Sopir Diduga Mengantuk, 2 Tewas Kecelakaan Pikap Tabrak Truk Parkir di Pantura
Robertus Didik Budiawan Cahyono June 11, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jawa Timur - Peristiwa kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Pantura Situbondo, Jawa Timur merenggut dua nyawa sekaligus, Kamis (11/6/2026) pagi.

Musibah tersebut terjadi tepatnya di Jalan Raya Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Kecelakaan melibatkan antara mobil pikap dan truk yang parkir di tepi jalan Raya Pantura.

Dua korban meninggal dalam kecelakaan maut merupakan pengemudi dan penumpang mobil pikap. Mereka tewas di lokasi kejadian akibat luka berat.

Kedua korban meninggal dunia diketahui merupakan warga Kabupaten Jember.

Sang sopir pikap bernomor polisi N-9946-EF tersebut diketahui berinisial MR (42), warga Desa Sukogidri, Kecamatan Ledokombo.

Sementara penumpangnya berinisial M (40), merupakan warga Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe.

Oleng Saat Menyalip Truk

Kanit Gakkum Unit Laka Satlantas Polres Situbondo, Ipda Hariyanto, membenarkan adanya insiden kecelakaan lalu lintas yang merenggut dua nyawa di wilayah hukumnya tersebut.

"Iya benar, korban dua meninggal dunia," kata Ipda Hariyanto saat dikonfirmasi, Kamis (11/06/2026) dikutip Tribunjatim.com.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, Ipda Hariyanto membeberkan bahwa kejadian bermula saat mobil pikap yang dikendarai oleh MR melaju dari arah barat menuju ke timur.

Setibanya di lokasi kejadian, sang sopir mencoba mengambil lajur kanan untuk mendahului kendaraan truk di depannya yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Nahas, saat sedang menyalip, mobil pikap tersebut mendadak kehilangan kendali. 

Kendaraan oleng ke arah bahu jalan dan langsung menghantam keras bagian belakang truk yang tengah terparkir di tepi jalan raya Pantura tersebut.

Sopir Diduga Mengantuk

Kerasnya benturan membuat bagian depan mobil pikap ringsek parah.

Korban MR tewas di tempat dengan kondisi cedera berat di bagian kepala. Sedangkan rekannya, M, mengembuskan napas terakhir dengan luka robek parah dan pendarahan hebat di bagian telinga kiri.

Terkait pemicu utama kecelakaan, pihak Satlantas Polres Situbondo menduga ada faktor kelalaian manusia (human error) di mana pengemudi dipaksakan menyetir dalam kondisi fisik yang lelah.

"Kecelakaan itu terjadi diduga pengemudi pickup mengantuk saat berkendara," jelas Ipda Hariyanto.

Meski dugaan awal sudah mengarah pada faktor kantuk, pihak kepolisian menegaskan akan tetap melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

"Tadi pagi anggota telah ke lokasi dan melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi mata di sekitar lokasi kejadian," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.