Jakarta (ANTARA) - Model sekaligus selebritas Paula Verhoeven memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi dan dicecar puluhan pertanyaan terkait kasus dugaan penipuan biro perjalanan umrah Hanania Travel,

​"Saya datang atas panggilan dari pihak kepolisian. Sebagai warga negara yang patuh, saya datang ke sini. Tadi ada sekitar 30-an pertanyaan ya," katanya saat ditemui usai dilakukan pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Kamis.

​Paula menjelaskan bahwa proses pemeriksaan tersebut telah berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Ia menegaskan keterkaitannya dalam pusaran kasus ini bukan karena adanya kontrak langsung dengan pihak Hanania Group, melainkan melalui pihak ketiga.

​Menurutnya, keterlibatan dirinya bermula saat ia diundang oleh sebuah program televisi swasta untuk bertolak ke Tanah Suci pada akhir tahun lalu.

​"Sebenarnya, saya pribadi tidak ada hubungannya langsung dengan Hanania. Jadi, keberangkatan saya umrah waktu itu, September 2024, saya diajak oleh sebuah program TV. Jadi, sebagai narasumber dan talent di sana," ujar Paula.

Dia menyebut bahwa program televisi tersebut yang menjalin kerja sama dengan Hanania Group, sehingga seluruh koordinasi maupun hak kerja sama yang diterimanya murni berasal dari program televisi.

​"Saya urusannya sama Rumpi sih. Jadi, semua kerja samanya di Rumpi. Kebetulan Rumpi yang bekerja sama dengan Hanania, itu urusan mereka. Kami cuma diminta untuk sebagai talent dan juga narasumber," tutur dia.

​Dalam pemeriksaan tersebut, Paula mengaku koperatif dan membawa sejumlah berkas untuk membantu proses penyidikan yang sedang berjalan.

​"Banyak (bukti yang dibawa), ada kontrak, ada foto, ada semuanya. Insya Allah dari saya tidak ada kerugian, saya hanya bekerja sama dengan baik saja karena pasti mereka (penyidik) butuh informasi lebih lanjut," katanya.

​Merespons kasus yang mencuat hingga dibukanya posko pengaduan bagi korban Hanania Group, Paula mengaku prihatin atas nasib para jamaah yang gagal berangkat ibadah.

​"Saya terus terang prihatin buat para korban. Saya berharap semoga para korban dikuatkan dan mendapatkan keadilan, agar proses hukumnya juga lancar. Semoga kami semua juga bisa ikut berpartisipasi agar masalah ini cepat selesai," ucapnya.