TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Operasi Patuh Kayan 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung selama 14 hari mulai dari 8 hingga 14 Juni 2026 di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara untuk sementara ditunda.
Penundaan Operasi Patuh Kayan 2026 tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan. Hingga saat ini, jajaran Polres Nunukan masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Mabes Polri terkait jadwal pelaksanaan operasi.
"Operasi Patuh Kayan 2026 sementara ditunda. Kami masih menunggu petunjuk dan jadwal pelaksanaan selanjutnya dari Mabes Polri," ucap Ipda Sunarwan.
Meski Operasi Patuh Kayan 2026 ditunda sementara, bukan berarti pengendara bisa bebas mengabaikan aturan lalu lintas.
Baca juga: 8 hingga 14 Juni 2026, Polisi Terbangkan Drone Buru Pelanggar di Nunukan pada Operasi Patuh Kayan
Satlantas Polres Nunukan tetap melakukan patroli, pengawasan, dan penertiban di sejumlah titik yang dianggap rawan pelanggaran maupun kecelakaan.
Penundaan operasi ini pun tidak mengubah komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan di Kabupaten Nunukan.
Ipda Sunarwan menegaskan, masyarakat tetap wajib melengkapi surat kendaraan, mengenakan perlengkapan keselamatan, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang berlaku.
"Keselamatan berkendara harus menjadi kebutuhan dan kesadaran bersama. Jangan menunggu ada operasi baru tertib di jalan," ujarnya.
Menariknya, Operasi Patuh Kayan 2026 sebelumnya dirancang dengan pendekatan yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penindakan pelanggaran lalu lintas akan lebih banyak mengandalkan teknologi.
Komposisi penindakan direncanakan terdiri dari 60 persen Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), 30 persen tilang manual, dan 10 persen pendekatan humanis kepada masyarakat.
Baca juga: Satlantas Tindak 95 Pelanggaran Lalu Lintas di Tana Tidung Kaltara Selama Operasi Patuh Kayan 2025
Tak hanya menggunakan kamera ETLE statis dan ETLE mobile, kepolisian juga menyiapkan ETLE drone yang mampu memantau aktivitas lalu lintas dari udara.
Dengan teknologi tersebut, petugas dapat menjangkau area pengawasan yang lebih luas dan mendeteksi pelanggaran yang sulit terpantau dari darat.
"Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk tetap disiplin dan mengutamakan keselamatan. Tertib berlalu lintas bukan karena ada operasi, tetapi karena kesadaran untuk melindungi diri sendiri dan orang lain," pungkasnya.
(*)
Penulis: Fatimah Majid