SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sosok pelatih olahraga menembak yang dilaporkan atletnya ke Polrestasbes Surabaya diketahui merupakan sosok senior di organiaasi olahraga Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) .
Perbakin Surabaya mengungkap sosok pelatih JL (51) yang dilaporkan ke Polisi sebagai sosok yang memiliki pengalaman panjang di bidaang olahraga menembak.
Baca juga: Update Kasus Siswi SMP Atlet Menembak Dilecehkan Pelatih, Perbakin Surabaya Nonaktifkan Terlapor
Ketua Harian Perbakin Surabaya, Hadi Susilo tak menampik, sosok Terlapor JL merupakan salah satu pelatih yang terbilang lama dan cukup senior.
Ia memperkirakan terlapor JL sudah belasan tahun mengajarkan teknik menembak kepada para atlet muda atau profesional.
Bahkan, tak sedikit, jumlah atlet muda berprestasi jebolan klub kepelatihan milik Terlapor JL.
Hadi bahkan mengaku, salah satu anaknya yang hobi dalam olahraga ini, juga dititipkannya untuk dilatih oleh terlapor JL.
Tak ayal, ia mengaku begitu kaget saat skandal kasus tersebut mencuat sejak beberapa hari lalu.
"Teman-teman (orangtua atlet muda) yang lain juga percaya kepada pengakuan dari orangtua korban juga ngomong seperti itu. Saya lihat memang karakternya 'mbapaki'. Makanya kami percaya. Nah, celah itu yang diambil sama si oknum ini," kata Hadi, Kamis (11/6/2026).
Baca juga: BREAKING NEWS Siswi SMP Atlet Menembak Surabaya Dilecehkan Pelatih hingga Pernah Dipaksa ke Hotel
Perbakin Surabaya kini memiliki 'pekerjaan rumah' untuk mengembalikan kepercayaan publik setelah kasus dugaan pelecehan atlet oleh pelatih mencuat.
Perbakin perlu langkah cepat untuk mengembalikan kepercayaa para atlet muda, dan tentunya para orangtua mereka.
Hadi mengatakan, Sabtu (13/6/2026) , pihaknya berencana mengumpulkan semua atlet dan orangtuanya untuk memberikan informasi lengkap perihal adanya kasus itu.
Organiasai Perbakin akan mengungkap langkah penanganan hukum yang sudah ditempuh.
Baca juga: KONI Surabaya Tegas Nonaktifkan Oknum Pengurus Terkait Dugaan Pelecehan Atlet
Perbakin Surabaya tetap akan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan para atlet dan orangtua, hingga sampai terjadi kasus pelecehan atlet itu.
"Kami prihatin, kami juga terenyuh, kami juga marah atas terjadinya peristiwa ini," ujar Hadi Susilo.
Pihak Perbakin mengimbau agar para orangtua senantiasa tetap mendampingi dan mengawasi anak-anaknya selama berada di lingkungan kepelatihan.
Artinya, para orangtua diharapkan tetap melakukan kontrol terhadap aktivitas anak-anak mereka selama mengikuti jalannya pelatihan menembak.
"Pendampingan jangan sampai berserah penuh kepada pelatih sepenuhnya gitu ya. Takutnya ada yang beberapa orang tua itu tidak bisa mendampingi, dititipkan,"
Hadi menyediakan layanan pengaduan melalui nomor kontak ponsel pribadinya kepada para atlet atau orangtua yang barang kali hendak mengadukan atau melapor menjadi korban perbuatan tindak pidana Terlapor JL.
"Untuk korban yang mungkin konteksnya masih belum berani speak up itu ya, bisa lewat layanan hotline yang jenengan sediakan untuk tetap akan dilindungi privasinya dan sekali sesuatunya untuk diberikan pendampingan hukum secara layak ya," pungkasnya.