Gadis Belia di Blitar Dijadikan Umpan untuk Kencan di Gubuk, Aksi Perampasan Dibongkar Polisi
Eko Darmoko June 11, 2026 11:00 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA BLITAR - Aksi perampasan dengan modus kencan dibongkar Polres Blitar Kota, tiga remaja jadi tersangka.

Tiga remaja yang ditetapkan jadi tersangka adalah ARD (19), RZQ (16), dan AG (16), semuanya warga Kabupaten Blitar.

ARD dan RZQ adalah remaja pria, sedangkan AG adalah remaja putri.

AG, gadis belia itu, dijadikan umpan untuk mengajak kencan korban.

Korbannya adalah pria berinisial GNS (17), warga Sanankulon, Kabupaten Blitar.

"Ketiga pelaku sudah kami tetapkan tersangka."

"Dua dari tiga pelaku masih di bawah umur," kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudi Kuswoyo kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Ombak 2 Meter di Pantai Pangi Blitar Menyeret 3 Santri: 2 Korban Bisa Diselamatkan, 1 Korban Hilang

Peristiwa itu bermula ketika korban berkenalan dengan pelaku AG melalui media sosial pada pertengahan Mei 2026.

Korban dan AG kemudian janjian bertemu di Lapangan Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

ARD meminta AG agar mau bertemu dengan korban.

ARD sudah punya rencana akan berpura-pura menggerebek korban dan AG ketika mereka bertemu.

Korban dan AG akhirnya bertemu di Lapangan Kelurahan Turi pada tengah malam.

Setelan bertemu di Lapangan Kelurahan Turi, keduanya kemudian berboncengan menuju ke gubuk di Jalan Kalpataru, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Ketika korban dan AG berada di gubuk, ARD dengan mengajak satu pelaku lagi, RZQ pura-pura menggerebek korban.

ARD menuduh korban telah berbuat mesum dengan AG di gubuk tersebut.

ARD dan RZQ sempat mendorong dan memukul korban.

"Selanjutnya, ARD meminta sejumlah uang kepada korban."

"Karena korban tidak punya uang, akhirnya HP korban diminta pelaku," ujarnya.

ARD membawa HP korban. ARD meminta korban mengambil HP-nya keesokan harinya dengan membawa uang tebusan Rp 300.000.

Keesokan harinya, korban menghubungi ARD untuk mengambil HP-nya.

Namun, ketika dihubungi korban, ARD tidak bisa bertemu korban dengan alasan masih kerja.

Keesokan harinya lagi, korban kembali menghubungi ARD untuk mengambil HP-nya. Tapi, ARD tetap tidak bisa bertemu korban dengan alasan sepeda motornya tidak ada bensin.

ARD malah menyuruh korban mentransfer uang tebusan HP.

Korban tidak mau dan melaporkan kasus itu ke polisi.

"ARD ini sebagai otak dalam kasus itu."

"Dia yang merencanakan AG bertemu dengan korban di tempat sepi lalu pura-pura melakukan penggerebekan dengan tujuan untuk mendapatkan uang," katanya.

Baca juga: Warga Blitar Gagalkan Dua Aksi Pencurian di Ponggok dan Nglegok, Pelaku Diserahkan ke Polisi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.