TRIBUNTRENDS.COM - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Buleleng, Bali.
Dikutip dari Tribun Bali pada 11 Juni 2026, salah satu pengguna Pertamax, Komang Yudha, mengaku kini harus menyediakan anggaran lebih besar untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraannya.
Yudha yang bekerja sebagai wartawan, kini hanya mampu membeli sekitar 6,1 liter BBM.
Baca juga: Buntut Pertamax Naik, Tukang Sayur di Denpasar Bali Sampai Tak Jual Sayuran Mahal, Pemda Efisiensi
Meski biaya operasional bertambah, Yudha memilih tetap menggunakan Pertamax dan belum berencana beralih ke BBM dengan kadar oktan lebih rendah.
Dirinya mengaku mempertimbangkan kondisi mesin kendaraan yang sejak awal terbiasa menggunakan Pertamax.
Ia menggunakan sepeda motor PCX 160 cc dan khawatir pergantian jenis bahan bakar dapat memengaruhi performa maupun usia mesin.
Baca juga: Buntut Pertamax Jadi 16.250, Pedagang di Denpasar Bali Ngeluh Harga Bawang Naik & Kurangi Stok Sayur
Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan bantuan keuangan bagi masyarakat Hindu menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026.
Dikutip dari Kompas.com pada 11 Juni 2026, program tersebut berupa bantuan tunai sebesar Rp2 juta per kepala keluarga (KK) yang ditujukan kepada 82.420 KK di seluruh wilayah Badung melalui transfer langsung ke rekening penerima di Bank BPD Bali.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan bantuan diberikan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat yang biasanya tertekan akibat meningkatnya kebutuhan menjelang hari raya.
Baca juga: Terekam CCTV, Pria di Denpasar Bali Dikeroyok & Motor 17 Juta Hilang, Pelaku Pura-pura Minta Tolong
Menurutnya, momentum hari raya identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga yang kerap diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok.
Selain itu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini, termasuk dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi yang berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa lainnya.
Berdasarkan data pemerintah daerah, penerima bantuan tersebar di enam kecamatan, yakni Petang sebanyak 7.876 KK, Abiansemal 22.123 KK, Mengwi 24.166 KK, Kuta Utara 8.729 KK, Kuta 5.336 KK, dan Kuta Selatan 14.190 Kk yang mencapai sekitar Rp164,84 miliar.
(TribunTrends/Talitha)