TRIBUNTRENDS.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai dirasakan salah satu pedagang sayur keliling di Banjar Ambengan, Pedungan, Denpasar, Bali.
Dikutip dari Tribun Bali pada 11 Juni 2026, Indah (45), mengaku harus mengeluarkan modal lebih besar untuk menjaga usahanya tetap berjalan di Denpasar, Bali.
Indah mengatakan, kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas bawang merah dan bawang putih karena pada 11 Juni 2026, harga kedua bahan pokok tersebut sudah mencapai Rp50 ribu per kilogram di Denpasar, Bali.
Baca juga: Pejabat Pemda Yogyakarta Terdampak Pertamax Naik, Nombok jika Kuota BBM Dinas Habis, Paket Efisiensi
Menurutnya, kondisi ini berbeda jauh dibanding harga normal yang biasanya masih berada di bawah Rp40 ribu per kilogram.
Tidak hanya bumbu dapur, sejumlah jenis sayuran juga ikut mengalami lonjakan harga.
Sehingga Indah harus mengubah strategi berjualan agar modal tidak terlalu besar dan barang tetap terserap pasar.
Ia memutuskan untuk tidak membeli beberapa komoditas yang dinilai terlalu mahal dan berisiko tidak laku.
Kini, Indah lebih memilih menjual sayuran dengan harga yang masih terjangkau seperti kangkung, daun ketela, terong, taoge, dan gambas.
Ia menilai kenaikan harga kebutuhan pokok kemungkinan berkaitan dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang diumumkan sehari sebelumnya.
Menurutnya, kelompok masyarakat kecil menjadi pihak yang paling cepat merasakan dampaknya.
Baca juga: Efek Domino Harga Pertamax Meroket Rp16.250, Warga Karanganyar Mulai Lirik Kendaraan Listrik
Dikutip dari Tribun Bali pada 11 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Buleleng mulai menyiapkan langkah penyesuaian anggaran, terutama untuk kebutuhan transportasi dan operasional kendaraan dinas.
Meski demikian, kedua pemerintah daerah memastikan pelayanan publik serta program prioritas tetap berjalan.
Sebelum kebijakan kenaikan harga BBM diberlakukan, pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menjalankan efisiensi penggunaan anggaran.
Evaluasi penggunaan anggaran akan terus dilakukan agar program prioritas tetap berjalan meskipun ada penyesuaian di beberapa sektor.
Pemkab Klungkung juga berencana membahas lebih lanjut skema penyesuaian belanja dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah dan kebutuhan operasional masing-masing OPD.
Baca juga: Bule Inggris Ditemukan Meninggal di Vila Ubud Bali, Pegawai Syok Saat Antar Makanan, Sudah Telentang
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan pembelian BBM kendaraan dinas tetap menggunakan mekanisme real cost atau pembayaran berdasarkan harga riil saat pengisian.
Kebutuhan BBM setiap OPD sebenarnya telah diperkirakan sejak tahap penyusunan anggaran, namun realisasinya tetap menyesuaikan penggunaan kendaraan dan harga yang berlaku.
Penggunaan BBM kendaraan dinas juga dilakukan dengan sistem pertanggungjawaban yang ketat.
Setiap pembelian harus dilengkapi surat tugas atau dokumen perjalanan dinas sebagai dasar pengeluaran.
Kedua daerah kini mengandalkan efisiensi dan pengelolaan anggaran yang lebih cermat untuk menjaga stabilitas keuangan di tengah tekanan kenaikan biaya operasional.
(TribunTrends/Talitha)