TRIBUNNEWSMAKER.COM - Persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di berbagai daerah perlahan mulai menemukan titik terang di Kota Pekalongan.
Di tengah meningkatnya volume sampah rumah tangga setiap hari, hadir sebuah fasilitas pengolahan yang menjadi harapan baru bagi pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan berkelanjutan.
TPST Mitra Brayan Resik yang berada di Kelurahan Kertoharjo kini menjadi sorotan karena menjadi satu-satunya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dengan fasilitas paling lengkap di Kota Pekalongan.
Keberadaan fasilitas ini menjadi bukti bahwa sampah tidak selalu harus berakhir menumpuk di tempat pembuangan akhir.
Dikutip dari Instagram @pekalonganinfo, Kamis (11/6/2026), sejak mulai beroperasi pada tahun 2025, TPST Mitra Brayan Resik menunjukkan peran penting dalam mengurangi beban lingkungan sekaligus mengoptimalkan pengelolaan sampah perkotaan.
Setiap harinya, fasilitas tersebut mampu menangani antara 5 hingga 10 ton sampah dari berbagai sumber.
Bahkan sepanjang Mei 2026, rata-rata volume sampah yang berhasil diolah mencapai 8,25 ton per hari.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya aktivitas pengolahan yang berlangsung hampir tanpa henti demi menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Sampah yang masuk tidak langsung dibuang begitu saja, melainkan melalui serangkaian proses pengolahan yang sistematis dan modern.
Salah satu teknologi yang digunakan adalah mesin cold fire yang berfungsi membantu memilah sampah bernilai ekonomi dari tumpukan sampah yang masuk.
Baca juga: Innalillahi! Jemaah Haji Kloter 14 Asal Pekalongan Wafat di Pesawat, Perjalanan Pulang dari Jeddah
Melalui proses tersebut, sampah dipisahkan berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya.
Sampah organik kemudian diolah menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan pertanian dan penghijauan.
Tidak hanya itu, sebagian sampah organik juga dimanfaatkan sebagai pakan budidaya maggot yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.
Langkah ini membuat sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna justru mampu menghasilkan manfaat baru bagi masyarakat.
Sementara itu, sampah residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi langsung dimusnahkan menggunakan insinerator yang tersedia di lokasi TPST.
Dengan sistem tersebut, residu tidak perlu lagi dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga mampu mengurangi beban penumpukan sampah secara signifikan.
Baca juga: Selesai Makan, Sandal Mendadak Hilang, CCTV Ungkap Dugaan Aksi Penukaran di Warung Pekalongan
Saat ini layanan TPST Mitra Brayan Resik mencakup wilayah Kecamatan Pekalongan Selatan, termasuk sekolah, madrasah, dan berbagai instansi yang menghasilkan sampah setiap harinya.
Pengangkutan sampah dilakukan secara rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap hari Selasa dan Jumat.
Keberhasilan TPST ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Pekalongan untuk mengembangkan fasilitas serupa.
Dengan adanya TPST di setiap kecamatan, pengelolaan sampah di Kota Pekalongan diyakini akan semakin optimal, sementara kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah menjadi kunci utama menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)