Bos Pertamina Buka Suara Usai Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
GH News June 11, 2026 09:08 PM
Jakarta -

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri buka suara soal kenaikan harga BBM nonsubsidi yakni Pertamax dan Pertamax Green, yang berlaku sejak 10 Juni 2026.

Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter, dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000/liter.

Simon menjelaskan kenaikan harga ini mempertimbangkan perkembangan kondisi global, termasuk dinamika geopolitik dan pergerakan harga minyak dunia.

"Kami memahami bahwa setiap penyesuaian harga tentu menjadi perhatian Masyarakat. Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar Internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat," jelas Simon dikutip dari Instagram @pertamina, Kamis (11/6/2026).

Di sisi lain, Simon menekankan penyesuaian harga BBM juga terjadi di SPBU milik badan usaha swasta.

"Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini selain dilakukan di titik-titik SPBU Pertamina, juga dilakukan oleh SPBU badan usaha swasta," tuturnya.

Dalam video tersebut, Simon menegaskan kenaikan harga hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi. Sementara itu, harga BBM subsidi yakni Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan.

"Perlu kami sampaikan bahwa harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite masih tetap di Rp 10.000 per liter dan BioSolar di harga Rp 6.800 per liter sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah," papar Simon.

Pertamina memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah berbagai tantangan global ada. Ia pun mengajak seluruh pihak menggunakan energi secara bijak.

"Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat selama ini dan mari kita bersama-sama bijak menggunakan energi," terang Simon.

[Gambas:Instagram]

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.