UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan UINSU Medan Perpanjang MoU, Ini Kerja Samanya
Mursal Ismail June 11, 2026 10:23 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali memperpanjang komitmen kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Penandatanganan MoU berlangsung dalam rangkaian Diseminasi Riset Aceh Kontemporer yang digelar bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh di Aula BPSDM Aceh, Banda Aceh, Kamis (11/6/2026).

MoU ditandatangani Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UINSU Medan, Prof Dr Muzakkir MAg yang mewakili Rektor UINSU.

Penandatanganan tersebut turut disaksikan Kepala BPSDM Aceh, Marthunis ST DEA.

Selain memperpanjang nota kesepahaman antarperguruan tinggi, kerja sama itu juga ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pascasarjana UIN Ar-Raniry dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) serta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UINSU Medan.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, mengatakan kolaborasi tersebut mencakup penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Baca juga: Rektor UIN Ar-Raniry Uji Langsung Mahasiswa Peserta Syahadah Mataqu

"Kerja sama ini meliputi peningkatan mutu akademik, pengembangan riset dan inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan konsultasi," ujar Prof Mujib.

Menurutnya, kemitraan antarkampus menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam sekaligus memperluas dampak hasil penelitian bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Diseminasi Riset Aceh Kontemporer yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.

Forum itu membahas hasil penelitian mahasiswa Program Studi Doktor (S3) Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSU Medan yang meneliti berbagai isu aktual di Aceh.

Sementara, Prof Muzakkir menegaskan pentingnya memastikan setiap kerja sama yang disepakati dapat diwujudkan melalui program-program konkret.

"MoU tanpa realisasi seperti langit tanpa bintang. Karena itu, setiap kerja sama harus diikuti kegiatan akademik yang nyata, baik dalam bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat," katanya.

Baca juga: VIDEO 2.640 Peserta Ikuti UM-PTKIN di UIN Ar-Raniry, Ini Prodi Terfavorit

Ia berharap kolaborasi antara UINSU dan UIN Ar-Raniry dapat menghasilkan riset berkelanjutan yang memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Termasuk kajian terkait pemberdayaan masyarakat, ekonomi umat, hingga mitigasi bencana.

Dukungan terhadap kolaborasi tersebut juga datang dari Pemerintah Aceh.

Kepala BPSDM Aceh, Marthunis, menyatakan pihaknya siap memfasilitasi hasil-hasil penelitian perguruan tinggi agar dapat dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan daerah.

"Kami siap berkolaborasi jika ada riset yang relevan dengan pembangunan Aceh.

Kami ingin hasil penelitian tidak hanya berhenti di jurnal, tetapi dapat menjadi dasar perumusan kebijakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut Marthunis, BPSDM Aceh saat ini mengembangkan Laboratorium Inovasi Kebijakan Aceh yang dapat menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dalam mengolah hasil penelitian menjadi rekomendasi kebijakan.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), analis kebijakan BPSDM Aceh, Dekan FDK UINSU Prof Hasan Sazali, Dekan FITK UINSU Prof Tien Rafida, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry Prof Eka Srimulyani, serta dosen dan mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.