TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH – Kekhawatiran mulai dirasakan warga Desa Taba Pasmah, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, akibat kondisi jembatan yang menjadi akses harian masyarakat kian memprihatinkan.
Kerusakan terlihat pada bagian lantai jembatan yang terbuat dari papan kayu.
Sejumlah papan tampak keropos, patah, bahkan berlubang.
Beberapa bagian lainnya juga terlihat bergeser sehingga tidak lagi berada pada posisi semula.
Tak hanya lantai kayu, bagian rangka dan besi jembatan juga mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Kondisi tersebut membuat warga dan pengendara yang melintas harus lebih berhati-hati, terutama saat malam hari maupun ketika hujan turun.
Bagi masyarakat sekitar, jembatan ini bukan sekadar sarana penyeberangan.
Infrastruktur tersebut menjadi jalur penting yang digunakan setiap hari untuk beraktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah hingga mengangkut hasil pertanian.
Surhuri, warga Desa Kembang Seri yang kerap melintasi jembatan tersebut, berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan sebelum kerusakan semakin parah.
"Harapan kami lantai jembatan ini bisa segera diperbaiki agar masyarakat lebih aman dan nyaman saat melintas," ujarnya kepada TribunBengkulu.com.
Menurutnya, meski jembatan masih dapat digunakan oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki, kondisi lantai kayu yang terus mengalami kerusakan menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pengguna jalan.
Ia juga menyoroti sejumlah bagian besi jembatan yang mulai rusak dan dikhawatirkan dapat memengaruhi kekuatan konstruksi apabila tidak segera ditangani.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan merealisasikan perbaikan.
Mereka khawatir kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut dapat membahayakan keselamatan masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses jembatan tersebut.
Diusulkan ke Balai
Sebagai respons atas keluhan masyarakat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu Tengah, Febrian Fatahillah, menyatakan bahwa upaya perbaikan Jembatan Taba Pasmah saat ini masih terus diusulkan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang dikelola pihak balai.
Menurut Febrian, usulan tersebut masih dalam tahap proses sehingga pemerintah daerah terus melakukan koordinasi agar perbaikan jembatan dapat segera direalisasikan.
"Jembatan Taba Pasmah ini masih kita dorong melalui program IJD dari balai, saat ini prosesnya masih berjalan," ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Selain mendorong percepatan program tersebut, Dinas PUPR Bengkulu Tengah juga berencana menurunkan petugas ke lapangan guna memastikan kondisi terkini jembatan yang dikeluhkan warga.
Pengecekan langsung dinilai penting untuk mengetahui tingkat kerusakan serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan demi menjaga keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
"Saya juga akan meminta petugas untuk turun dan mengecek langsung kondisi di lokasi," katanya.