NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Hari pertama pembukaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/MA/SMK/SLB Tahun Pelajaran 2026/2027 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) disambut antusias oleh para calon murid baru di Kabupaten Natuna, Kamis (11/6/2026).
Pemandangan itu terlihat jelas di SMA Negeri 1 Bunguran Timur, salah satu sekolah favorit di Kota Ranai yang hampir setiap tahun menjadi tujuan utama lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan.
Sejak pagi, Posko SPMB yang dibuka pihak sekolah sudah dipadati calon peserta didik dan orang tua.
Pantauan Tribunbatam.id, hingga siang, di ruang pelayanan yang disediakan sekolah puluhan calon siswa tampak duduk berjejer menunggu giliran untuk melakukan pendaftaran dan mengunggah berkas.
Sebagian terlihat serius memeriksa dokumen persyaratan, sementara lainnya berkonsultasi langsung dengan panitia yang sibuk melayani proses pendaftaran.
Beberapa orang tua juga tampak mendampingi anak-anak mereka agar proses pendaftaran berjalan lancar.
Meski sistem penerimaan tahun ini dilakukan secara daring atau online, banyak calon siswa memilih datang langsung ke sekolah untuk mendapatkan bantuan dari panitia.
Panitia tidak hanya membantu memverifikasi berkas, tetapi juga mendampingi peserta saat menginput data ke sistem SPMB milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau itu.
Seorang calon siswa jalur domisili, Saskia, mengaku sengaja datang sejak pagi agar proses pendaftaran bisa segera diselesaikan.
"Alhamdulillah sudah daftar jalur domisili. Ramai sekali yang daftar hari ini. Saya lebih memilih datang langsung ke sekolah karena lebih jelas dan lebih yakin prosesnya," kata Saskia kepada Tribunbatam.id.
Siswi asal Jemengan itu mengaku sejak lama telah berencana melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Bunguran Timur karena lokasinya dekat dengan tempat tinggalnya.
Hal senada disampaikan calon siswa lainnya, Putri.
Ia mengaku sempat mencoba mengakses sistem pendaftaran secara mandiri dari rumah, namun mengalami kendala jaringan.
"Coba daftar online dari rumah, tapi ada kendala. Mungkin karena hari pertama jadi yang mengakses website banyak. Akhirnya saya pilih datang ke posko supaya bisa dibantu langsung oleh panitia," ujarnya.
Kepala SMAN 1 Bunguran Timur, Ida Susanti mengatakan, pihak sekolah sengaja membuka Posko SPMB untuk membantu calon siswa maupun orang tua yang mengalami kesulitan saat proses pendaftaran.
"Hari ini pendaftaran dibuka dan berlangsung sampai 14 Juni. Sistemnya memang berbasis online, tetapi kami membuka posko di sekolah karena khawatir ada siswa atau orang tua yang mengalami kendala saat memasukkan data dan mengunggah berkas," katanya.
Posko pelayanan tersebut dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB selama masa pendaftaran berlangsung.
Sementara itu, Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Bunguran Timur, Alfirawati menyebut, antusiasme pada hari pertama sangat tinggi.
"Karena ini hari pertama, antusias calon murid yang datang ke posko sangat ramai, bisa mencapai ratusan orang. Sampai siang tadi, khusus jalur domisili saja sudah lebih dari 70 pendaftar yang berhasil menyelesaikan proses pendaftaran dan submit berkas, yang datang kesini itu lebih dari 100 orang," ujarnya.
Menurutnya, jalur domisili masih menjadi jalur yang paling banyak diminati dibandingkan jalur lainnya.
"Ada empat jalur penerimaan, yaitu domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi. Yang paling ramai sejauh ini jalur domisili. Karena itu kami menyiapkan meja pelayanan khusus untuk masing-masing jalur agar pelayanan lebih tertata," katanya.
Meski proses pendaftaran berjalan lancar, panitia masih menemukan kendala pada akses jaringan internet yang sesekali mengalami gangguan.
"Kendala utama hari ini ada di jaringan. Kemungkinan karena hari pertama sehingga akses ke sistem cukup padat," ujarnya.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, SMAN 1 Bunguran Timur memiliki daya tampung sebanyak 324 siswa yang terbagi dalam sembilan Rombongan Belajar (Rombel), dengan masing-masing rombel berisi 36 siswa.
Adapun pembagian kuota terdiri dari jalur domisili 35 persen, afirmasi 30 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen.
Alfirawati mengakui jumlah pendaftar di sekolah tersebut hampir setiap tahun selalu melebihi daya tampung yang tersedia, terutama pada jalur domisili.
"Kalau pendaftar melebihi kuota, nantinya akan diarahkan ke sekolah lain yang masih memiliki daya tampung. Harapan kami SPMB tahun ini berjalan lancar dan pemerataan siswa antarsekolah bisa tercapai," pungkasnya. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)