TRIBUNMANADO.CO.ID- Alkitab berisi tentang aturan kehidupan manusia, sehingga wajib dibaca.
Kemudian direnungkan agar mengerti kehendak Tuhan.
Berikut renungan harian Kristen berjudul Orang Fasik Tumbuh Tapi Pasti Punah.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Filipi 4:21-23, Be Conversable
Bacaan Alkitab dalam Mazmur 92:7-8.
Hidup adalah anugerah Tuhan bagi kita.
Namun menjalani hidup, gaya, model dan prilaku hidup adalah pilihan setiap orang.
Allah telah menciptakan manusia secara istimewa, menempatkannya di dunia ini untuk mengolah alam semesta anugerah-Nya dengan penuh tanggungjawab.
Selain mengolah, manusia berkewajiban memelihara bahkan merawat alam semesta, bukan merusak agar tidak menjadi petaka dalam kehidupan manusia.
Artinya ada tanggungjawab untuk melestarikannya agar semakin berproduksi bagi manusia, terutama menjadi warisan kehidupan bagi anak cucu kita, generasi masa kini dan di masa mendatang.
Allah memberi pilihan hidup kepada umat manusia, tentang apa yang akan dia jalani di tengah dunia ini.
Namun, manusia harus siap menerima konsekwensi pilihan hidupnya itu, baik di bumi maupun dalam kekekalan.
Raja Daud telah memilih hidup takut akan Tuhan, setia dan taat kepada Allah.
Karena hatinya memang terpaut hanya kepada Tuhan saja.
Hal ini membuat dia terus diberkati oleh Tuhan, dari hari ke hari secara luar biasa.
Allah menjaga dan melindungi dia ke manapun dia pergi dan berada.
Bahkan dalam segala situasi, hidupnya selalu dipelihara oleh Tuhan.
Demikianlah berbahagianya seorang yang memilih hidup dalam kebenaran Allah, patuh, setia dan terus melakukan kehendak Allah dalam hidupnya.
Daud konsisten dengan pilihan hidupnya yang tidak suka dengan dosa dan menjauhi segala kejahatan dalam hidupnya.
Dia tidak terpengaruh apalagi mengikuti kefasikan, (Mazmur 1).
Dia tidak mengkhianati Sang Pemilik kehidupan yang tiada pernah meninggalkan dia, yang terus mengasihi, memberkati, membela dan menyelamatkan dia dari segala marah bahaya.
Termasuk ancaman bahaya maut dari para musuhnya.
Daud tahu bahwa orang yang hidup mengabaikan Tuhan, pasti diabaikan Tuhan.
Dia tidak mau terjebak dalam dosa dan kejahatan yang membinasakan hidupnya.
Dari kesaksian hidup Daud, kehidupan orang jahat, kelihatan baik sesaat, tapi sesat dan menuju kehancuran kekal.
Orang bebal dan degil, kelihatannya berkembang, tapi segera akan kusut, layu dan mati.
Orang fasik, sepertinya bertunas dan bertumbuh, tapi sebentar lagi dia akan punah untuk selamanya.
Orang jahat kelihatan berkembang, tapi sebentar lagi dia akan musnah.
Daud melihat kesia-siaan, kehampaan dan kehancuran serta kesusahan permanen hidup orang yang setia berkanjang dalam dosa.
Kebahagiaan orang jahat adalah semu.
Karena hidupnya tidak tenang dan sebentar lagi dia akan menuai hasil kejahatannya, yakni penghukuman yang setimpal dengan dosanya.
Diadili dan dihukum di dunia, binasa dalam kekekalan.
Sekalipun lolos dari jeratan hukum dunia, tetapi siksa derita kekal, menantinya.
Semua umat manusia akan diadili sesuai prilaku hidupnya, tanpa kecuali.
Keadilan Allah, pasti dinyatakan atas semua umat manusia.
Sebab Allah itu maha Agung dan mulia.
Dia bertahta dalam Kerajaan-Nya di tempat yang maha kudus, menilik setiap umat manusia, dalam keagungan-Nya untuk selama-lamanya.
Maka jika kita ingin bahagia sejahtera dan selamat kekal bersama-Nya, pilihlah hidup takut akan Tuhan, jauhi kefasikan, kebebalan dan segala jenis kejahatan dalam hidup kita.
Itulah yang disaksikan oleh Raja Daud.
Pakailah hikmat hiduplah takut akan Tuhan, setia dan taat kepada-Nya.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan, dan orang-orang yang melakukan kejahatan berkembang, ialah supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya.
Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya TUHAN! (ay 8-9)
Sahabat Kristus, jangan salah memilih jalan dan gaya hidup.
Jangan terjebak pada kesenangan sesaat. Itu sesat dan membinasakan hidupmu.
Hidup dalam dosa, fasik, bebal, gemar melakukan segala yang jahat, membuat hati kita tidak tenang.
Pasti dikejar-kejar oleh dosa.
Kita akan terjerumus, hancur dan binasa. Maukah kita menderita selamanya?
Di bumi kita boleh lolos, tapi hidup kita tidak tenang, sedangkan dalam kekekalan, sengsara dalam keabadian.
Jauhilah dosa. Buanglah segala yang jahat.
Jangan hidup fasik.
Mendekatlah kepada Tuhan, teladanilah Daud yang terus hidup erat melekat kepada Tuhan.
Maka hidup kita aman, nyaman dan damai di bumi, serta bahagia selamat sentosa kekal selamanya. Amin