Bermula dari sering mengintip tetangga mandi, nafsu bocah SMA tak terkendali.
Remaja pria berinisial A (17) itu kemudian tega menghabisi nyawa gadis 20 tahun yang masih ada hubungan keluarga sendiri.
Korban berinisial AL juga tinggal tidak jauh dari rumah pelaku di Mangkutana Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Polisi berhasil bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut.
Sebelumnya, korban ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di area persawahan Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (11/6/2026).
Pelaku pembunuhan ternyata merupakan seorang remaja pria berinisial A (17) yang masih berstatus sebagai pelajar aktif kelas X di salah satu SMA di wilayah Kecamatan Kalaena.
Remaja di bawah umur tersebut diringkus petugas kurang dari 9 jam setelah jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat.
Kapolsek Mangkutana, IPTU Muh. Junus, membenarkan adanya penangkapan kilat terhadap pelaku utama tersebut. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini dilakukan melalui rangkaian penyelidikan cepat maraton serta kejelian tim penyidik dalam melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Benar, pelaku sudah diamankan sembilan jam setelah penemuan mayat korban," kata Junus saat dikonfirmasi mengenai perkembangan penanganan kasus, Kamis (11/6/2026).
Junus menyampaikan, proses identifikasi dan penelusuran rekam jejak awal langsung digulirkan seketika setelah laporan resmi penemuan jasad korban diterima mapolsek.
Berdasarkan hasil pengumpulan keterangan saksi-saksi kunci di sekitar lokasi serta analisis mendalam di TKP, petunjuk kuat polisi langsung mengarah kepada sosok remaja tersebut.
Karena pelaku masih masuk dalam kategori di bawah umur, yang bersangkutan kini telah diamankan dan berkas perkaranya langsung dilimpahkan ke unit PPA Polres Luwu Timur.
Langkah ini diambil untuk penanganan hukum lebih lanjut sesuai dengan prosedur dan regulasi penanganan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.
"Pelaku usia 17 tahun, masih sekolah, kita serahkan ke Polres untuk penangannya," ucap Junus.
Berawal dari Hobi Mengintip Korban Mandi
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui semua perbuatannya yang telah melakukan tindakan pencabulan hingga nekat menghabisi nyawa korban secara keji.
Nafsu bejat pelaku rupanya dipicu oleh kebiasaan buruknya yang sering mengintip korban saat sedang mandi di rumah, hingga akhirnya memunculkan niat jahat untuk memerkosa AL.
"Dugaan sementara pencabulan, pelaku sering intip korban mandi jadi ada niatnya membuntuti korban," ujar Junus menerangkan motif tersembunyi di balik aksi nekat pelaku.
Sebelum mengeksekusi aksinya, pelaku kerap mengintai jadwal kegiatan korban saat hendak pergi bekerja menuju ke Puskesmas Kalaena.
Namun, niat jahat itu kerap gagal lantaran korban biasanya pergi dalam kondisi diantar oleh sepupu atau adiknya.
Puncaknya terjadi pada Kamis subuh. Pelaku kembali mengintai pergerakan korban yang saat itu diketahui tengah keluar rumah dan bepergian seorang diri.
Memanfaatkan situasi sepi, pelaku langsung membuntuti langkah kaki korban secara diam-diam hingga ke area persawahan yang sunyi.
"Pelaku sempat memaksa korban saat dicegat di jalan, namun korban melawan dan berusaha melarikan diri ke tengah sawah," tutur Junus menceritakan detik-detik mencekam tersebut.
Dalam proses pengejaran di tengah sawah, pelaku diduga sempat melakukan tindakan pelecehan fisik secara paksa terhadap korban.
Sadar dirinya dalam bahaya besar, korban berteriak histeris meminta pertolongan sembari terus berupaya sekuat tenaga untuk kabur menyelamatkan diri.
Sialnya, pelaku yang sudah gelap mata terus mengejar korban hingga sejauh 50 meter dari lokasi pencegatan awal. Saat melakukan pengejaran brutal tersebut, pelaku sengaja mengambil dan membawa seonggok batu beton yang ditemukannya di sekitar jalur perlintasan.
Setibanya di atas gundukan pematang sawah, pelaku yang berhasil mengejar langsung menghantamkan batu beton tersebut ke bagian kepala korban secara telak.
Hantaman keras benda tumpul itu seketika membuat korban roboh dan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat pendarahan hebat.
Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di area pematang sawah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Saat pertama kali dievakuasi oleh warga dan petugas, AL masih mengenakan kaos dengan bagian kepala berlumuran darah segar, sementara sekujur tubuhnya dipenuhi sisa lumpur sawah.
Posisi jasad korban ditemukan dalam keadaan terduduk bersandar di pematang. Lokasi penemuan mayat ini sendiri berjarak tidak terlampau jauh dari rumah tinggal korban maupun dari tempat kerjanya di Puskesmas Kalaena.
Sejumlah tetangga sekitar mengaku sempat mendengar adanya suara teriakan melengking dari arah sawah pada waktu subuh, namun saat itu warga belum menyadari adanya peristiwa pembunuhan tersebut.
Jenazah korban kini telah dievakuasi ke ruang forensik RSUD I Lagaligo untuk menjalani prosedur visum dan pemeriksaan medis lanjutan guna memastikan penyebab pasti kematian secara hukum.
Keberhasilan polisi dalam menciduk pelaku dalam hitungan jam tidak lepas dari kejelian petugas di lapangan.
Dari hasil olah TKP awal, tim personel gabungan berhasil menemukan bekas jejak kaki mencurigakan yang diduga kuat merupakan milik pelaku pembunuhan.
"Dari hasil olah TKP, personel menemukan jejak kaki yang diduga milik pelaku. Jejak tersebut kemudian ditelusuri hingga ke area dekat Gereja GPDI Jemaat Kalaena yang berada di depan rumah korban," kata Junus. (*)