TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat mengeluhkan adanya pemadaman listrik di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi, Jawa Barat, dalam beberapa hari ini.
Pemadaman listrik di sebagian wilayah Kabupaten Bogor, pertama kali terjadi pada Selasa (9/6/2026) pada pagi hari sekitar pukul 09.30 WIB.
Saat itu, listrik padam kurang lebih 3 jam.
Baca juga: Bahlil Pastikan BBM Subsidi, LPG, dan Listrik Tak Naik: Pertamax Cs Ikuti Pasar
Bahkan, sampai Kamis (11/6/2026) sore sekitar pukul 17.30 WIB, sebagian wilayah Bogor masih padam listriknya.
Kondisi listrik padam juga dirasakan masyarakat wilayah Kota Depok dan Kota Bekasi, Jawa Barat.
Gangguan Mesin Pembangkit Listrik
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan, pemadaman listrik yang terjadi disejumlah wilayah Jawa Barat karena ada masalah di sejumlah mesin pembangkit listrik.
“Memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN. Kami akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” kata Bahlil di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, (11/6/2026).
Bahlil membantah pemadaman listrik karena PLN kekurangan pasokan batubara untuk pembangkit listriknya.
“Kalau dikatakan bahwa masalah batubara langka itu tidak benar,” kata Bahlil.
Hal yang sama juga disampaikan Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia.
Ia memastikan, gangguan listrik tidak ada kaitannya dengan ketersediaan stok bahan baku pembangkit seperti batubara.
"Tidak ada pasokan batubara yang menipis yang pasti. Memang ada beberapa gangguan terkait teknis," ujarnya.
Dwi meminta masyarakat untuk tidak termakan informasi yang tidak valid.
"Kalau ada isu-isu yang akan ada pemadaman dan lain-lain, itu tidak benar, dipastikan tidak benar," paparnya.
PLN Minta Maaf
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat Nurmalitasari menyampaikan, PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat manajemen beban listrik secara terbatas
Menurutnya, saat ini PLN masih melakukan pemeliharaan jaringan di sejumlah wilayah, sehingga waktu pemulihan listrik tidak sama di setiap lokasi.
"Durasi pemulihannya dapat berbeda-beda pada setiap lokasi, bergantung pada kondisi jaringan dan kompleksitas pekerjaan yang dilakukan di lapangan," katanya.