TRIBUNNEWS.COM - Ibarat cinta lama bersemi kembali, itulah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan kisah nostalgia antara Jose Mourinho dengan Real Madrid.
Ya, Real Madrid secara resmi baru saja mengumumkan Jose Mourinho sebagai pelatih barunya, Jumat (12/6/2026) dinihari WIB.
Dalam rilisnya, Real Madrid mengonfirmasi bahwa Jose Mourinho telah sepakat untuk mengisi jabatan sebagai pelatih utama Los Blancos, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi Alvaro Arbeloa.
Kontrak berdurasi tiga tahun telah disepakati keduabelah pihak.
Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Jose Mourinho akan dipercaya Real Madrid sebagai pelatih utama selama tiga musim kedepan sampai tanggal 30 Juni 2029.
"Dewan Direksi Real Madrid yang mengadakan pertemuan dan dipimpin Florentino Perez telah menyetujui penunjukkan Jose Mourinho sebagai pelatih tim utama untuk tiga musim berikutnya, hingga 30 Juni 2029," bunyi pernyataan resmi Los Blancos.
"Jose Mourinho akan bergabung dengan Real Madrid pada 13 Juli, hari dimulainya pramusim," tambahnya.
Peresmian ini secara tidak langsung mengakhiri berbagai drama sekaligus spekulasi yang mengaitkan kedatangan The Special One dari Benfica ke Santiago Bernabeu.
Jose Mourinho jelas bukanlah sosok yang asing bagi publik Real Madrid.
Hal ini mengingat pelatih asal Portugal itu sudah pernah mengisi jabatan sebagai pelatih Real Madrid pada tahun 2010 s/d 2013.
Pada kesempatan pertamanya melatih Real Madrid, ada banyak hal positif hingga kontroversial yang ditorehkan Mourinho.
Sebagaimana pada musim pertamanya melatih Real Madrid, Mourinho setidaknya mampu membawa El Real menjadi juara di turnamen Copa Del Rey.
Gelar Copa Del Rey tersebut seakan menjadi onbat pelipur lara bagi Real Madrid setelah kalah dalam perebutan gelar dengan Barcelona di dua kompetisi berbeda.
Di Liga Spanyol, Real Madrid yang menyelesaikan kompetisi di peringkat kedua dengan 92 poin, kalah saing dengan Barcelona.
Sementara di Liga Champions, langkah Real Madrid juga dijegal oleh Barcelona yang menjadi rival abadinya.
Barulah di musim keduanya, Mourinho benar-benar mampu membawa Real Madrid menghentikan dominasi Barcelona di Liga Spanyol.
Tak hanya sekedar menghentikan saja, Mourinho juga membuat Real Madrid tampil ganas dan mencetak rekor elit berupa 100 poin saat menjuarai Liga Spanyol.
Sayangnya, harapan Mourinho untuk mempersembahkan gelar ke Real Madrid di Liga Champions dan Copa Del Rey gagal total di musim keduanya.
Kalah melawan Barcelona di perempat final Copa Del Rey, dan tumbang secara tragis di tangan Bayern Munchen lewat adu penalty, menjadi catatan evaluasi Mourinho pada musim keduanya melatih El Real.
Pada musim ketiga alias terakhirnya, Mourinho lagi-lagi hanya bisa mempersembahkan satu trofi saja yakni Piala Super Copa Spanyol.
Sementara nasib Real Madrid di Liga Spanyol, Liga Champions, dan Copa Del Rey, berakhir dengan kegagalan meraih gelar.
Meskipun demikian, pembangunan ulang yang dilakukan Mourinho benar-benar positif.
Hal itu dibuktikan dengan fakta bahwa Real Madrid mulai menemukan caranya meraih trofi dan mendominasi setelah ditinggali warisan luar biasa oleh Mourinho.
Selama tiga musim melatih Real Madrid di kesempatan pertamanya, Mourinho terhitung membersamai timnya sebanyak 178 laga.
Dari total 178 pertandingan tersebut, Mourinho mempersembahkan 127 kemenangan, 28 hasil imbang dan 23 laga sisanya berakhir dengan kekalahan.
Mencetak 476 gol, kebobolan 171 gol dan mampu menorehkan rata-rata poin berjumlah 2,30 poin per laga, menjadi catatan positif bagi masa bakti Mourinho di Real Madrid jilid pertama.
Kini, Mourinho yang sudah berusia 63 tahun akan Kembali menjalin cerita cinta lama bersemi Kembali di Santiago Bernabeu.
Dengan kualitas yang ia miliki, Mourinho punya tantangan tidak mudah untuk membawa Real Madrid Kembali Berjaya, setelah pada dua musim terakhir, El Real merasakan puasa gelar di semua kompetisi.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)