Bisakah Jonathan David dan Promise David Menjadi Mesin Gol Sementara Maxime Crépeau Berdiri Kokoh? Lima Kunci Kanada vs Bosnia dan Herzegovina
Agus Firmansyah June 12, 2026 05:16 AM

Pertandingan pembuka Piala Dunia bagi Kanada akhirnya tiba. Mampukah Jonathan David, Promise David, dan skuad dalam asuhan Jesse Marsch yang penuh kedalaman menaklukkan cedera dan memulai turnamen dengan kuat melawan Bosnia dan Herzegovina?

TORONTO — Melangkah ke lapangan di BMO Training Centre, Downsview Park, bukanlah hal baru bagi Tim Nasional Putra Kanada. Banyak pemain yang menjadikannya rumah, baik melalui Toronto FC maupun pemusatan latihan tim nasional.

Namun pekan ini terasa berbeda. “Mulai terasa nyata,” ujar kiper utama Maxime Crépeau pada Senin.

Saat bus tim berlogo Piala Dunia dikawal mobil polisi dan motor di jalan raya, semua tahu bahwa pekan ini bukan sekadar laga CONCACAF biasa. Ini adalah Piala Dunia.

“Kami tidak sabar untuk bertarung. Kami merasa siap dan percaya diri,” kata penyerang Promise David dengan antusias menantikan laga pembuka. “Rasanya seperti hari pertama kuliah — bukan sekolah — karena tidak ada yang ingin kembali ke sekolah setelah libur panjang. Tapi kalau hari pertama kuliah, semua orang bersemangat untuk mulai melangkah.”

Persiapan Kanada menuju turnamen ini diwarnai cedera. Kapten sekaligus bintang utama Alphonso Davies kemungkinan besar tidak akan banyak berperan di laga-laga awal, sementara Moïse Bombito masih dinanti hingga menit terakhir. Beberapa pemain lain juga belum sepenuhnya bugar.

Namun generasi kali ini berbeda. Kanada kini memiliki kedalaman skuad yang belum pernah ada sebelumnya. Narasi tentang cedera memang menarik perhatian, tetapi tidak bisa dijadikan alasan sahih.

Pelatih kepala Jesse Marsch telah menghabiskan dua tahun terakhir membangun kedalaman itu, dan kini ia akan mengandalkannya di laga-laga awal. Kabar baik bagi dirinya dan jutaan pendukung di belakang timnya adalah bahwa kedalaman itu memang berkualitas. Kanada tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Davies seperti empat tahun lalu di Qatar.

“Kita bisa berdebat sepanjang hari tentang siapa gelandang sayap atau winger terbaik, dan siapa yang seharusnya bermain bersama Jonathan David di lini depan,” ujar Marsch. “Itu karena tim ini bagus dan skuadnya kuat. Kami berada dalam posisi yang beruntung.”

Pada Jumat nanti, Kanada akan menjadi tuan rumah laga Piala Dunia putra untuk pertama kalinya, menghadapi Bosnia dan Herzegovina di Stadion Toronto. Setelah itu, Grup B akan berlanjut ke BC Place, Vancouver, dengan laga melawan Qatar pada 18 Juni dan duel kontra Swiss pada 24 Juni.

Berikut lima kunci penting bagi Kanada dalam menghadapi Bosnia dan Herzegovina.

1. Tetap tenang dan tidak terbawa suasana

Dari daftar pemain Kanada, 13 di antaranya sudah pernah tampil di Piala Dunia. Bagi 13 lainnya, tampil di panggung sebesar ini — apalagi di depan pendukung sendiri dan sebagian kecil suporter Bosnia yang cukup vokal — akan menjadi ujian besar.

Bagaimana bek tengah berusia 20 tahun Luc de Fougerolles, yang musim ini membela FCV Dender dalam perjuangan menghindari degradasi dan biasa tampil di depan 3.400 penonton, bisa mengelola tekanan sebesar ini?

Atau Jayden Nelson, yang disebutkan ke dalam skuad dan membawa gaya rambutnya ke panggung Piala Dunia sebagai simbol perjuangannya melawan kanker di masa kecilnya? Dan Crépeau, yang kini tampil di Piala Dunia setelah absen di Qatar empat tahun lalu akibat patah kaki?

Skuad Kanada yang percaya diri dan berpengalaman secara global belum pernah menghadapi panggung sebesar ini. Bagi banyak pemain, hal ini dulu hanya mimpi. Kini, menjaga ketenangan di tengah suasana yang familiar akan sangat penting, terutama jika cuaca buruk turun deras seperti yang diperkirakan.

“Saya akan melakukan hal yang sama seperti sebelum-sebelumnya, menjaga rutinitas,” kata de Fougerolles. “Stadion ini sudah familiar. Tentu akan terasa spesial saat lagu kebangsaan berkumandang, tapi saya akan tetap fokus pada persiapan seperti biasa. Dari situ saya mendapatkan kepercayaan diri.”

Salah satu aspek kesiapan Kanada yang perlu diperhatikan adalah kecenderungan melakukan pelanggaran. Dalam empat dari sepuluh laga terakhir, Kanada menerima kartu merah — tanda intensitas tinggi kadang membuat mereka melewati batas.

Kartu merah, bahkan kartu kuning dini, bisa mengubah jalannya pertandingan dan memengaruhi seluruh turnamen.

“Kami bermain keras, tapi bukan tim kotor,” kata Marsch pada Maret lalu setelah Tajon Buchanan diganjar kartu merah melawan Islandia. “Saya tidak khawatir soal reputasi, tapi kartu seperti itu bisa mengubah momentum di turnamen.”

2. Kesiapan Luc de Fougerolles dan Derek Cornelius

Cedera memang bukan alasan, tapi Kanada tentu berharap Moïse Bombito bugar sepenuhnya di Piala Dunia ini. Tanpanya, tim kehilangan salah satu bek tengah tercepat di dunia dan pilar utama saat Copa América 2024.

Beruntung, de Fougerolles mampu tampil mengesankan. Dalam 13 penampilan internasionalnya, produk akademi Fulham itu tampil tenang di bawah tekanan dan mampu membaca pergerakan lawan dengan baik. Ia memang berbeda dari Bombito, tetapi menunjukkan kedewasaan di luar usianya. Pasangannya, Derek Cornelius, baru kembali tampil setelah sempat tersingkir dari skuad Rangers di Liga Primer Skotlandia sejak awal tahun.

“Mentalitasnya luar biasa,” ujar Cornelius tentang rekan duetnya itu. “Untuk laga seperti ini, pertarungan mental dan fisik akan sangat berat, dan semua tahu Luc tidak akan mundur.”

Salah satu tantangan terbesar bagi keduanya adalah menghadapi serangan fisik Bosnia dan Herzegovina — tim tertinggi di turnamen dengan rata-rata pemain 185 cm, dipimpin oleh Edin Džeko yang masih tajam di usia 40 tahun.

Dengan tinggi 180 cm, de Fougerolles harus bekerja keras menghadapi duel udara dan transisi cepat saat Kanada menekan tinggi. Penampilan mereka berdua kemungkinan besar akan menentukan hasil laga pembuka Grup B.

3. Bisakah Kanada mencetak gol?

Sejak Marsch mengambil alih pada 2024, Kanada kesulitan mencetak gol. Meskipun memainkan sistem tekanan tinggi dan memiliki penyerang Juventus, Jonathan David, lini depan belum tampil tajam.

Dalam sepuluh laga terakhir, Kanada hanya mencetak 11 gol — dengan angka expected goals (xG) sebesar 11,07. Artinya, penyelesaian peluang berjalan sesuai prediksi statistik, tanpa keunggulan efisiensi.

Apakah masalahnya keberuntungan, atau butuh perubahan taktik? David dan Cyle Larin dari Southampton tampil baik di klub, tetapi kerap mandek di tim nasional.

Larin dan David diperkirakan akan menjadi starter, namun Marsch bisa saja mengganti mereka cepat jika kombinasi itu tak efektif. David mungkin akan bermain sedikit lebih dalam sebagai gelandang serang, sementara Larin berperan sebagai penyerang murni. Promise David, yang sedang memulihkan kebugaran, bisa memberi dampak besar dari bangku cadangan.

Perubahan lain mungkin dengan memasukkan Tani Oluwaseyi dari Villarreal menggantikan Larin. Meski penyelesaiannya belum konsisten, ia mampu membuka ruang. Marsch juga bisa menambah gelandang serang seperti Nathan Saliba di babak kedua untuk mendorong David lebih ke depan.

Menariknya, performa menyerang terbaik Kanada dalam laga terbuka belakangan ini datang saat menang 3-0 atas Rumania pada September, ketika Davies dan Bombito absen, dan David berduet dengan Oluwaseyi.

4. Peran bek sayap

Dengan cedera Davies dan kondisi terbatas Ali Ahmed serta Jacob Shaffelburg di sayap kiri, serta kembalinya Alistair Johnston di kanan, kreativitas bek sayap Kanada menurun di laga uji coba.

Ketika bermain baik, Kanada mampu menciptakan keunggulan jumlah pemain melalui overlap antara winger dan fullback. Namun kombinasi Liam Millar dan Richie Laryea belum tampil selaras. Millar kerap memakan ruang terlalu banyak dengan dribelnya yang tidak dapat diprediksi, membuat Laryea kesulitan menyesuaikan diri.

Ahmed dan Shaffelburg kini sudah berlatih penuh dan siap dimainkan. Kecepatan mereka bisa membantu membuka pertahanan dan lebih cocok dengan gaya menyerang Laryea.

Jika Kanada bisa mengirim lebih banyak umpan silang ke kotak penalti, peluang mencetak gol akan meningkat. Kuncinya adalah menciptakan kelebihan pemain di sisi sayap.

5. Pertahanan bola mati

Dengan postur tinggi pemain Bosnia dan Herzegovina, Kanada harus sangat waspada terhadap bola mati.

Serangan Bosnia sering berawal dari situasi bola mati dan umpan udara ke dalam kotak penalti. Hal ini menjadi tantangan bagi duet bek tengah Kanada yang tidak terlalu tinggi, serta Crépeau yang hanya 180 cm — relatif pendek untuk ukuran penjaga gawang.

Menurut data Opta, Bosnia menciptakan peluang dari lebih dari 36 persen tendangan sudut dan 28 persen tendangan bebas dalam setahun terakhir. Kondisi hujan deras yang diperkirakan turun pada Jumat bisa membuat situasi makin sulit bagi para bek dan kiper.

“Bola mati jelas menjadi ancaman yang harus kami waspadai,” ujar Cornelius. “Kami harus meminimalkan kesempatan mereka mengirim bola ke kotak penalti, dan saat itu terjadi, kami harus siap bertarung.”

Jika Kanada mampu menghindari banyak tendangan bebas dan sudut serta menjaga struktur pertahanan, permainan bisa berjalan lancar. Namun satu kesalahan kecil saja bisa dimanfaatkan Bosnia yang memiliki kualitas serangan udara mematikan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.