Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Seorang perawat dari Jepang ditugaskan ke Indonesia untuk mendukung program penguatan kesiapsiagaan bencana yang dijalankan bersama oleh Palang Merah Jepang dan Palang Merah Indonesia.
Perawat tersebut adalah Sena Hasegawa (29), yang bekerja di Rumah Sakit Palang Merah Kushiro, Hokkaido.
Menurut laporan yang dirilis pihak palang merah Jepang, pada 11 Juni 2026, Hasegawa mulai bertugas di Indonesia sejak bulan Juni sebagai petugas manajemen proyek dalam program Penguatan Ketahanan Bencana Indonesia yang diselenggarakan bersama oleh Japanese Red Cross Society dan Palang Merah Indonesia.
Penugasan ini menjadi yang pertama kalinya bagi tenaga medis dari rumah sakit Palang Merah di Hokkaido untuk dikirim ke Indonesia dalam program tersebut.
Program Penguatan Ketahanan Bencana Indonesia dimulai pada tahun 2020.
Program ini bertujuan menanamkan budaya kesiapsiagaan sejak masa normal di tengah masyarakat Indonesia yang, seperti Jepang, sering menghadapi berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor.
Melalui program tersebut, Jepang dan Indonesia bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana sebelum bencana benar-benar terjadi.
Baca juga: Anggota Polisi Anti Huru-Hara Jepang Tewas Terjepit Truk Saat Bertugas di Nagano
Hasegawa berasal dari Kota Teshikaga, Hokkaido.
Ketertarikannya pada kegiatan kemanusiaan berawal saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas setelah membaca buku nonfiksi berjudul Rental Child karya penulis Jepang Kota Ishii.
Buku tersebut membuatnya tertarik pada peran Palang Merah dalam menangani berbagai krisis kemanusiaan di dunia.
Setelah lulus dari Japanese Red Cross Hokkaido College of Nursing di Kota Kitami, ia bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Palang Merah Kushiro.
Sejak 2024, Hasegawa mengikuti pelatihan khusus selama dua tahun di Japanese Red Cross Aichi Medical Center Nagoya Daini Hospital, termasuk pelatihan bahasa asing dan keterampilan yang diperlukan untuk penugasan internasional.
Di Indonesia, Hasegawa dijadwalkan bertugas dari 6 Juni hingga 14 September 2026 di wilayah selatan Pulau Jawa, termasuk kawasan sekitar Jakarta.
Kegiatan yang akan didukung antara lain pelatihan evakuasi di sekolah-sekolah, penyusunan peta risiko bencana (hazard map), edukasi kesiapsiagaan masyarakat dan penguatan kapasitas komunitas menghadapi bencana alam.
Menjelang keberangkatannya, Hasegawa menyatakan ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar sebanyak mungkin dari pengalaman di Indonesia.
"Saya ingin belajar semaksimal mungkin selama berada di Indonesia, sehingga setelah kembali ke Jepang saya dapat berbagi pengalaman dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah asal saya," ujarnya.
Kerja sama antara Jepang dan Indonesia di bidang pengurangan risiko bencana selama ini terus berkembang.
Sebagai dua negara yang sama-sama berada di kawasan rawan gempa dan tsunami, kedua negara dinilai memiliki banyak pengalaman yang dapat saling dipelajari guna meningkatkan keselamatan masyarakat dan mengurangi dampak bencana di masa depan.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com