Kronologi Pria Diduga Gangguan Jiwa Peras Warga Jambi Ditangkap Polisi
Darwin Sijabat June 12, 2026 09:48 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah rekaman video amatir yang mendokumentasikan momen dramatis penangkapan seorang pria terduga pelaku pemerasan massal di Sungai Penuh, Provinsi Jambi, mendadak viral dan memicu perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. 

Aksi penegakan hukum yang berlangsung di pinggir jalan raya tersebut memperlihatkan upaya keras aparat kepolisian saat harus menjinakkan pelaku yang mengamuk dan menolak untuk menyerah.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, insiden bermula ketika tiga orang petugas kepolisian berpakaian dinas lengkap berupaya menyergap seorang pria berbaju hitam di depan pagar sebuah rumah warga. 

Pelaku yang bertubuh gempal tersebut memberikan perlawanan sengit sehingga sempat terjadi aksi pergumulan hebat di aspal. 

Petugas bahkan terpaksa menjatuhkan pelaku ke tanah demi mengunci pergerakannya.

Saat pelaku mulai terkunci, situasi sempat menegangkan ketika seorang pria berbaju putih dan bercelana pendek datang mendekat sambil mengacungkan sebilah parang panjang ke udara. 

Pria tersebut tampak bersiap mengayunkan senjatanya ke arah pelaku yang sudah tiarap, diduga akibat tersulut emosi melihat perlawanan sang pemeras. 

Beruntung, beberapa warga sekitar dan petugas yang berada di lokasi langsung berteriak histeris, meminta pria tersebut mengurungkan niatnya demi menghindari aksi main hakim sendiri. 

Baca juga: Kronologi Pria Diduga Gangguan Jiwa Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas di Sijenjang Jambi

Baca juga: Daftar 4 Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 2 Bungo dan Perannya

Beberapa saat kemudian, terlihat pula sisipan foto yang memperlihatkan pelaku saat berada di kantor polisi bersama barang bukti tiga bilah senjata tajam jenis celurit dan parang yang diletakkan di atas meja. 

Di akhir video, tampak personel Bhabinkamtibmas dan petugas lainnya memegangi tangan pelaku dengan ketat guna menggiringnya masuk ke dalam mobil patroli sedan milik kepolisian yang terparkir di pinggir jalan.

Kronologi Pemerasan Menggunakan Parang dan Celurit

Aksi kriminalitas yang meresahkan ini terjadi di wilayah Desa Sembilan, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, pada Rabu (10/6/2026) sekira pukul 15.00 WIB. 

Pria yang belakangan diketahui mengidentifikasi dirinya bernama Harmoko tersebut diamankan oleh jajaran Polsek Sitinjau Laut setelah terindikasi kuat melakukan pemerasan kepada warga setempat secara acak.

Kapolsek Sitinjau Laut, IPTU Sigit Purwanto, yang memimpin langsung operasi penanganan di lapangan menjelaskan bahwa penangkapan ini didasari oleh adanya laporan darurat dari masyarakat. 

Warga melaporkan adanya seorang pria tidak dikenal yang mondar-mandir sembari membawa senjata tajam dan meminta uang secara paksa kepada setiap orang yang ditemuinya.

Merespons aduan tersebut, unit personel Polsek Sitinjau Laut langsung meluncur ke lokasi kejadian di Desa Sembilan. 

Baca juga: Modus Pemerasan Eks Wamen Imipas Silmy Karim dkk Raup Rp 145,5 M, Pakai Rekening OB-Kerabat

Baca juga: Siapa AYS? Tersangka Baru Korupsi MBG, Diduga Terima Akses Khusus dari Sony Sonjaya

Di sana, petugas menemukan Harmoko yang sedang menenteng dua bilah celurit serta satu bilah parang. 

Ketika hendak diringkus, Harmoko justru mengamuk, menolak menyerahkan seluruh senjata tajamnya, dan mencoba meloloskan diri dari kepungan sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh kesigapan petugas di lapangan. 

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan tiga bilah senjata tajam tersebut beserta uang tunai senilai Rp233.000 yang diduga kuat merupakan nominal hasil sisa pemerasan hari itu.

Pelaku Diduga Mengalami Gangguan Jiwa

Pihak kepolisian menemukan sejumlah kejanggalan pasca-mengamankan pelaku ke markas komando. 

Kasi Humas Polres Kerinci, Ds Sitinjak, membenarkan perihal penangkapan pria yang mengaku bernama Harmoko tersebut. 

Berdasarkan hasil interogasi awal, pelaku mengklaim dirinya berasal dari Desa Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh. 

Kendati demikian, polisi tidak menemukan satu pun kartu identitas resmi pada tubuh maupun barang bawaan pelaku.

Selain tidak mengantongi kartu identitas, indikasi lain muncul saat petugas mencoba menggali motif dari aksi pemerasan tersebut. 

Harmoko kerap memberikan jawaban yang melantur serta berbelit-belit saat dicecar pertanyaan oleh tim penyidik. 

Atas dasar itulah, pihak kepolisian menduga kuat bahwa pria tersebut tengah mengalami masalah gangguan jiwa, walaupun kesimpulan tersebut masih harus diuji secara medis melalui pemeriksaan psikologis mendalam di rumah sakit.

Saat ini, Harmoko beserta seluruh barang bukti senjata tajam dan uang tunai masih diamankan di Mapolsek Sitinjau Laut demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus menjaga stabilitas keamanan masyarakat. 

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh warga Jambi untuk tidak ragu melapor ke kantor polisi terdekat jika melihat tindakan kriminal serupa, agar penanganan dapat segera dilakukan dan meminimalisasi potensi jatuhnya korban jiwa.

DISCLAIMER

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.

Baca juga: Alaka Anak Hilang di Sridadi Batang Hari, 30 Menit Ditinggal Ibu Jemput Kakaknya, 200 Orang Mencari

Baca juga: Jambi Top 7, 4 ASN Perempuan Pemkot Jambi di Mobil Ngobrol Gaji ke-13

Baca juga: Jadwal Demo Mahasiswa Hari Ini di Jakarta dan Jambi, 5 Tuntutan ke Pemerintah

Baca juga: Pemotor di Jambi Tutup Lagi Tangki, Hari Kedua Pertamax Naik 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.