Kepindahan Federico Chiesa ke Liverpool tampaknya tidak berjalan sesuai harapan bagi semua pihak.
Pemain internasional Italia itu tiba pada musim panas 2024 sebagai satu-satunya rekrutan dalam musim debut Arne Slot, yang berakhir dengan Liverpool meraih gelar juara Liga Premier Inggris.
Namun, kesempatan bermain di tim utama sangat terbatas bagi Chiesa di Anfield. Ia hanya tampil sebagai starter dalam sembilan dari total 50 pertandingan di semua kompetisi, dan hanya mencetak lima gol sepanjang musim.
Satu-satunya gol pentingnya terjadi pada kekalahan Liverpool di final Piala Carabao 2025 melawan Newcastle, serta pada kemenangan pembuka musim lalu atas Bournemouth ketika The Reds memulai kampanye mempertahankan gelar dengan hasil positif.
Wacana kepulangannya ke Serie A sudah muncul sejak Januari lalu, ketika laporan dari Italia menyebut Juventus siap mengupayakan kesepakatan untuk memulangkan mantan penyerang mereka tersebut.
Meskipun kepindahan itu tidak terwujud, Chiesa tak menutupi rasa frustrasinya karena kurangnya kesempatan bermain reguler di tim utama, dan kini bertekad untuk mengembalikan kariernya ke jalur yang benar.
Pemain berusia 28 tahun itu telah menyampaikan rencananya untuk mencari kejelasan dari pelatih kepala baru Liverpool, Andoni Iraola, usai tur pramusim klub ke Amerika Utara pada akhir Juli.
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Chiesa berkata: “Jika saya tidak bisa menemukan konsistensi di Liga Premier, saya harus mencari peluang di tempat lain. Saya hampir tidak bermain pada tahun pertama saya di Liverpool, dan musim lalu juga sangat sedikit. Saya akan mengikuti kamp pelatihan di AS, lalu berbicara dengan klub dan pelatih baru, Iraola, dan kita lihat nanti.”
Meski demikian, langkah selanjutnya dari Chiesa tampaknya sudah ditentukan. Jurnalis Liverpool yang memiliki akses luas, David Lynch, mengatakan kepada Anfield Index bahwa kepindahan sang pemain di musim panas ini sudah tidak dapat dihindari.
“Dia akan pergi [musim panas ini], dan saya pikir dia akan selalu dikenang dengan hangat oleh para penggemar Liverpool karena dia selalu berusaha memberikan yang terbaik. Dia juga disukai di lingkungan klub karena kepribadiannya yang menyenangkan, tapi sayangnya, semuanya tidak berjalan sesuai harapan,” ujar Lynch.
Kembalinya ke Serie A tampaknya menjadi tujuan paling mungkin bagi Chiesa, yang sebelumnya bersinar bersama Fiorentina — klub tempat ayahnya, Enrico Chiesa, juga pernah bermain.