Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, RUTENG - Pengurus Keluarga Besar Ende Lio Nage Pawe (Kelinawe) di Manggarai bertemu Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit, Kamis (11/6/2026).
Kehadiran Adam Musi Ketua Umum Kelinawe, bersama Yos Buga Sekertaris Kelinawe bersama anggota Dus Sanggu, Mus Meta, Eltus Senda DW, Bernadus Ruka, dan Yosef Baru diterima langsung oleh Bupati Manggarai Herybertus di ruang kerjanya.
Dalam kesempatan, Ketua Umum Kelinawe, Adam Musi menyampaikan terima kasih kepada Bupati Manggarai yang telah meluangkan waktu untuk bertemu keluarga besar Kelinawe di Manggarai.
Adam Musi menerangkan, kehadiran mereka untuk bertemu Bupati untuk memberikan proposal sekaligus menyampaikan secara langsung atas harapan mereka kepada Pemda Manggarai meningkatkan akses jalan baru menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang disiapkan khusus untuk keluarga Kelinawe yang ada di Kecamatan Langke Rembong.
Adam Musi menerangkan, lahan untuk TPU itu dihibahkan oleh anggota keluarga Kelinawe Romualdus Sanggu seluas 1.749m persegi yang berlokasi di Lingko Rahong, Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong.
Lahan ini akan menjadi lokasi TPU khusus keluarga Kelinawe yang ada di wilayah Kecamatan Langke Rembong.
"Kehadiran kami untuk bertemu bapak Bupati untuk menyampaikan terkait dengan TPU yang disiapkan oleh keluarga dari Peguyuban Kelinawe. Kami memohon bantuan dari Pemda Manggarai dalam hal ini bapak Bupati untuk meningkatkan status jalan menuju TPU agar memudahkan akses bagi keluarga Kelinawe disaat proses pemakamanan maupun kunjungan keluarga Kelinawe di TPU," ungkap Adam Musi .
Sementara itu, Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit dalam kesempatan itu, memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Peguyuban Kelinawe yang memiliki inisiatif untuk menyiapkan lahan khusus untuk TPU bagi keluarga besar Peguyuban itu sendiri.
Herybertus Nabit, menegaskan bahwa Pemerintah Daerah sangat mendukungnya dan berjanji akan membantu membuka akses jalan menuju lokasI TPU tersebut.
Meski demikian, Herybertus Nabit meminta kepada keluarga besar Peguyuban Kelinawe untuk membuatkan surat terkait pemanfaatan lahan untuk TPU tersebut kepada bupati. Surat ini bertujuan agar dikemudian hari tidak ada persoalan berkaitan dengan tata ruang jika kemudian Pemda akan membuka akses jalan menuju TPU tersebut.
"Saya minta buatkan surat berkaitan dengan pemanfaatan lahan untuk TPU ini, surat ini bukan soal ijin, tetapi ini berkaitan dengan tata ruang. Saya tidak mau bicara dengan orang yang sudah mati, sehingga kita atur memang sesuai dengan prosedur baik dari awal sehingga tidak ada persoalan di kemudian hari," pinta Herybertus Nabit.
Herybertus Nabit juga menegaskan, ia meminta untuk membuatkan surat tersebut, bukan untuk menghalang-halangi, namun hal ini dilakukan demi keamanan dalam pemanfaatan TPU untuk keluarga Kelinawe itu sendiri. (rob)