TRIBUNPRIANGAN.COM - Di tengah dinamika sosial dan politik yang kompleks, banyak orang dengan mudah melontarkan kritik dan caci maki terhadap pemerintah.
Banyak yang menganggap bahwa hal itu adalah suatu keberanian dan kebebasan berpendapat.
Mereka lupa dan lalai bahwa cara seperti itu bisa memperburuk keadaan yang ada.
Islam adalah agama yang menuntun pemeluknya untuk menegakkan keadilan, namun tetap menjaga persatuan dan ketertiban.
Karena itu, nasihat kepada pemimpin dilakukan dengan cara yang santun.
Doa kebaikan untuk mereka menjadi salah satu tanda hati yang bersih dan cinta terhadap kemaslahatan umat.
Doa untuk pemimpin bukan sekadar formalitas yang dilantunkan dalam khotbah Jumat.
Ia adalah bagian dari akhlak seorang mukmin, wujud cinta terhadap negeri, dan tanda keimanan kepada Allah yang Maha Mengatur.
Sebab, jika pemimpin baik, maka rakyat akan merasakan dampaknya.
Namun jika pemimpin rusak, maka kerusakan itu akan berdampak pada kehidupan masyarakat.
Topik ini sangat menarik untuk disampaikan saat Khutbah Jumat nanti, untuk itu berikut ini salah satu contoh naskahnya.
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 12 Juni 2026 Bahasa Sunda Tentang Pahala Surga di Bulan Muharam
Khutbah Pertama
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
أما بعد:
عباد الله، اتقوا الله حق تقاته، واعلموا أن الله سبحانه وتعالى أمركم بالصلاة والسلام على نبيه فقال في كتابه الكريم: "إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا". اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، وارض اللهم عن الخلفاء الراشدين أبي بكر وعمر وعثمان وعلي، وعن سائر الصحابة والتابعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita, sehingga kita masih dapat menjalani ketaatan kepada-Nya sampai saat ini.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam, keluarga, para sahabatnya, dan seluruh kaum muslimin yang selalu berpegang teguh pada sunnah-sunnah beliau.
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah, tidak lupa kami mengingatkan kepada diri kami dan kepada kalian semua untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Karena ketakwaan adalah sebaik-baik bekal, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Alquran:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ
Artinya: "Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. Al-Baqarah: 197)
Ketakwaan adalah menaati segala perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala di atas cahaya ilmu dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan karena takut akan ancaman dari-Nya.
Barang siapa yang menjalani hidup dengan ketakwaan, niscaya ia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Jamaah yang dirahmati Allah, kita semua menginginkan pemimpin yang adil dan amanah, tetapi sayangnya, banyak di antara kita yang malah mencela pemimpin atau presiden dengan lisan dan tulisan.
Mereka merendahkan, mencela, bahkan menghina para pemimpin muslim.
Padahal, mencela pemimpin kaum muslimin adalah tindakan yang dilarang dalam agama kita.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Alquran:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ulil amri (pemimpin) di antara kalian." (QS. An-Nisa: 59).
Ayat ini menegaskan bahwa kita diwajibkan untuk taat kepada pemimpin selama mereka tidak memerintahkan kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Maka dari itu marilah kita semuanya tata kepada pemimpin, penguasa kaum muslimin, yang mana mereka adalah orang-orang yang shalat, tidak melarang kita shalat, bahkan para pemimpin kita.
Presiden serta jajarannya, mengatur 5 rukun Islam bagi kita, memudahkan kita dalam beribadah dan menjauhi keburukan, meskipun dengan segala kekurangan mereka.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Manfaatkan Sisa Waktu untuk Selalu Bertaubat dari Dosa
Khutbah Kedua
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات. اللهم أصلح أحوال المسلمين في كل مكان، واجمع كلمتهم على الحق يا رب العالمين. اللهم وفق ولي أمرنا لما تحبه وترضاه، واجعل ولايتنا فيمن خافك واتقاك واتبع رضاك يا أرحم الراحمين.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار، سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك.
(*)