Bandara Kolonel RA Bessing Malinau Kaji Potensi Penerbangan Antarwilayah, Rute Samarinda Prioritas
Cornel Dimas Satrio June 12, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) RA Bessing Malinau, Kalimantan Utara, tengah melakukan kajian mendalam terkait potensi pengembangan konektivitas udara antarwilayah di Kalimantan.

Langkah strategis ini mencakup rencana perluasan jaringan penerbangan untuk rute wilayah pedalaman hingga penghubung antarkota besar.

Rencana besar tersebut dipaparkan secara mendetail dalam Forum Diskusi Konektivitas Bandara Malinau, Kamis (11/6/2026).

Otoritas Bandara Kolonel RA Bessing Malinau mencatat tingginya permintaan masyarakat untuk pembukaan rute baru dan reaktivasi jalur penerbangan yang sempat terhenti.

"Ada beberapa potensi yang bisa kami usulkan untuk pengembangan rute di Malinau, baik ke pedalaman maupun ke bandara besar seperti Samarinda dan Balikpapan. Untuk Balikpapan sudah ada, sementara kami juga berupaya menghidupkan kembali rute Malinau–Tarakan yang pernah berjalan," ujar Kepala Bandara Kolonel RA Bessing Malinau, Handoko Budi Waluyo.

Rute Samarinda Target Utama

Selain rute Malinau-Tarakan yang sedang diupayakan untuk aktif kembali, rute menuju Samarinda kini menjadi target prioritas antarkota berikutnya.

Konektivitas udara menuju Ibu Kota Kalimantan Timur tersebut dinilai sangat krusial. Hal ini disebabkan oleh tingginya mobilitas warga Malinau yang bepergian untuk keperluan pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas bisnis.

Sebaliknya, pembukaan rute udara menuju Tanjung Selor belum menjadi prioritas pihak bandara.

Kepala Kantor Bandara Kolonel RA Bessing Malinau, Handoko Budi Waluyo 01
POTENSI RUTE BARU - Kepala Kantor Bandara Kolonel RA Bessing Malinau, Handoko Budi Waluyo saat ditemui di Malinau, Kalimantan Utara, Kamis (11/6/2026). Pihaknya mengkaji pengembangan konektivitas udara antarkabupaten dan kota di Kalimantan, pembukaan rute baru ke Samarinda jadi prioritas.

Baca juga: Selama Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, Bandara RA Bessing Malinau Didominasi Penumpang Berangkat

Akses transportasi darat menuju Ibu Kota Kaltara tersebut saat ini dinilai sudah sangat memadai dengan waktu tempuh yang relatif singkat, yakni sekitar 4 hingga 5 jam.

Oleh karena itu, fokus utama Bandara Kolonel RA Bessing Malinau tetap tertuju pada optimalisasi pelayanan wilayah pedalaman dan kota-kota strategis lain di Kalimantan.

Komitmen Jaga Aksesibilitas Perbatasan

Untuk memastikan keterisolasian wilayah perbatasan tetap teratasi, pihak bandara menegaskan operasional penerbangan reguler ke pedalaman saat ini berjalan dengan stabil.

Kelancaran operasional ini didukung penuh dua skema anggaran terintegrasi dari pemerintah.

"Saat ini Long Ampung sudah. Kalau perbatasan langsung kan Long Ampung. Kemudian yang Mahak Baru, tadi Binuang, Long Pala, Long Sule, Long Alango itu sudah terhubung saat ini. Itu kan ada dua skema pembiayaan, satu subsidi dari pemerintah daerah, kemudian subsidi dari pemerintah pusat atau melalui APBN," jelas Handoko.

11062026 FGD Transportasi Udara di Malinau
POTENSI RUTE BARU - Forum diskusi transformasi konektivitas udara di Malinau, Kalimantan Utara, Kamis (11/6/2026). Bandara Kolonel RA Bessing Malinau mengkaji pengembangan konektivitas udara antarkabupaten dan kota di Kalimantan, pembukaan rute baru ke Samarinda jadi prioritas.

Baca juga: Arus Mudik Nataru, Bandara Kolonel RA Bessing Malinau Catat 580 Penumpang dalam Tiga Hari Terakhir

Selain fokus pada perluasan rute penerbangan, Bandara Kolonel RA Bessing Malinau juga berencana membuka peluang kerja sama pemanfaatan ruang aset bandara.

Langkah inovatif ini direncanakan sebagai upaya untuk mendongkrak kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD)

(*)

Penulis: Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.