Contoh Modul Ajar Deep Learning SD Kurikulum Merdeka 2026, Komponen Inti Pembelajaran Bermakna
Siti Umnah June 12, 2026 11:47 AM

SRIPOKU.COM - Implementasi Kurikulum Merdeka kini semakin diperkaya dengan penerapan pendekatan Deep Learning (pembelajaran mendalam) untuk menciptakan suasana kelas yang lebih bermakna bagi peserta didik.

Bagi para guru Sekolah Dasar (SD), menyusun Modul Ajar dengan metode ini menjadi tantangan sekaligus peluang kreativitas yang menarik.

Berbeda dengan metode konvensional yang kerap mengejar ketuntasan materi hafalan secara cepat, pendekatan Deep Learning berfokus penuh pada pemahaman konsep yang mendalam.

Baca juga: Panduan Cara Menggunakan AI untuk Menyusun RPP atau Modul Ajar Hanya dalam 10 Menit

Langkah ini diwujudkan melalui tiga pilar utama pembelajaran, yaitu Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.

Bagi Anda para tenaga pendidik di Palembang maupun wilayah Sumatera Selatan lainnya yang sedang menyusun perangkat pembelajaran terbaru, berikut SRIPOKU.COM sajikan contoh struktur komponen inti Modul Ajar berbasis Deep Learning untuk jenjang SD yang bisa menjadi referensi.

Komponen Inti Modul Ajar Deep Learning SD

1. Informasi Umum

Nama Penyusun: [Nama Guru / Diisi Mandiri]

Instansi: [Nama Sekolah / Diisi Mandiri]

Jenjang / Kelas: Sekolah Dasar (SD) / Kelas IV (Empat)

Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)

Bab / Topik: Mengubah Bentuk Energi

Alokasi Waktu: 2 x 35 Menit (1 Pertemuan)

2. Tujuan Pembelajaran (Deep Understanding)

Peserta didik tidak sekadar menghafal perubahan bentuk energi, melainkan mampu menganalisis proses perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari secara mendalam melalui pengamatan langsung di lingkungan sekitar sekolah.

3. Langkah-Langkah Pembelajaran Berbasis Deep Learning

Kegiatan Awal (Mindful Learning - 10 Menit):

Guru mengajak siswa mengheningkan cipta sejenak atau melakukan aktivitas ice breaking kefokusan untuk menyiapkan mental belajar anak.

Guru kemudian memantik diskusi hangat lewat pertanyaan kontekstual: "Mengapa lampu di kelas kita bisa menyala ketika sakelar ditekan? Dari mana kira-kira asalnya?"

Kegiatan Inti (Meaningful Learning - 45 Menit):

Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil dan diminta melakukan eksperimen sederhana menggunakan lilin dan kertas spiral, atau mengamati komponen elektronik sederhana di sekolah.

Siswa berdiskusi bukan untuk sekadar mencari satu jawaban benar di atas kertas, melainkan mengeksplorasi mengapa dan bagaimana proses perubahan energi itu bisa terjadi dalam kehidupan nyata.

Kegiatan Akhir (Joyful & Reflective Learning - 15 Menit):

Siswa membuat jurnal refleksi pendek berupa gambar, cerita, atau tulisan tentang apa yang paling berkesan dari pelajaran hari ini.

Guru memberikan apresiasi positif atas proses berpikir kritis yang ditunjukkan oleh siswa selama diskusi kelompok.

Kunci utama dari keberhasilan perangkat Deep Learning ini bukan terletak pada banyaknya lembar kerja yang diisi oleh anak, melainkan kedalaman dialog, pemahaman konsep, serta pengalaman berkesan yang berhasil mereka bawa pulang setelah kelas usai.

Bagi Bapak dan Ibu Guru yang ingin menyusun format lengkap beserta lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis Deep Learning, komponen-komponen inti di atas dapat dikembangkan lebih lanjut secara bertahap sesuai karakteristik kelas masing-masing.***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.