TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Gelaran Piala Dunia yang akan kembali berlangsung dalam waktu dekat tidak hanya dinantikan para pecinta sepak bola. Ajang bergengsi yang digelar empat tahunan itu juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan minat olahraga anak-anak dan remaja.
Ketua Askot PSSI Kota Kediri Tomi Ari Wibowo menilai Piala Dunia merupakan momentum yang tepat untuk membangkitkan kembali kecintaan generasi muda terhadap sepak bola. Menurutnya, pertandingan yang menampilkan para pemain terbaik dunia dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk lebih aktif berolahraga.
Di tengah maraknya penggunaan gadget dan permainan digital, Tomi melihat sepak bola bisa menjadi alternatif kegiatan yang lebih sehat dan produktif bagi anak-anak. Euforia Piala Dunia diyakini mampu menarik perhatian mereka untuk kembali bermain di lapangan.
"Piala Dunia nanti banyak pertandingan yang berlangsung pagi hari. Saya berharap ini bisa menimbulkan keinginan yang luar biasa bagi adik-adik untuk tetap bermain sepak bola dan memiliki minat yang lebih besar terhadap olahraga ini," kata Tomi, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Sentot Djamaluddin Kembali Pimpin PKB Kabupaten Kediri, Rangkul Gen Z dan Target 13 Kursi di 2029
Menurutnya, fenomena kecanduan gadget dan game saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi perkembangan olahraga usia dini. Banyak anak yang lebih memilih menghabiskan waktu di depan layar dibandingkan melakukan aktivitas fisik.
Karena itu, kehadiran Piala Dunia diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi generasi muda untuk mengenal sepak bola lebih dekat. Tayangan pertandingan kelas dunia dinilai mampu menghadirkan sosok panutan sekaligus motivasi bagi anak-anak.
"Tidak dipungkiri anak-anak sekarang banyak yang kecanduan gadget dan game. Dengan adanya Piala Dunia ini, mudah-mudahan mereka bisa menyaksikan pertandingan dan muncul antusiasme untuk mencoba bermain sepak bola," terangnya.
Ia menambahkan, jadwal pertandingan yang banyak digelar pada pagi hari juga menjadi keuntungan tersendiri. Anak-anak dapat menyaksikan pertandingan tanpa harus mengorbankan waktu belajar maupun aktivitas sekolah.
Dari kebiasaan menonton pertandingan tersebut, Tomi berharap akan muncul rasa ingin tahu yang lebih besar terhadap teknik bermain, kerja sama tim, hingga semangat sportivitas yang ditunjukkan para pemain dunia.
"Kalau anak-anak mulai tertarik menonton, saya berharap mereka tidak berhenti sebagai penonton saja, tetapi juga mau turun ke lapangan dan mencoba bermain sepak bola," ujarnya.
Selain berharap adanya dampak positif terhadap pembinaan usia dini, Tomi juga memiliki prediksi tersendiri terkait tim yang berpeluang meraih gelar juara. Ia menjagokan Prancis sebagai salah satu kandidat terkuat pada turnamen kali ini.
Baca juga: Viral Teror Pocong di Ponorogo dan Magetan, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya
"Kalau menurut saya Prancis. Dari segi materi pemain, permainan, dan fisiknya, mereka sangat kuat. Saya melihat ini menjadi momen emas bagi Prancis," ungkapnya.
Untuk wakil Asia, Tomi menaruh harapan besar kepada Jepang. Ia menilai perkembangan sepak bola Negeri Sakura dalam beberapa tahun terakhir sangat pesat sehingga berpeluang memberikan kejutan di panggung dunia.
"Jepang luar biasa. Mudah-mudahan bisa berprestasi dan melangkah lebih jauh di Piala Dunia," tuturnya.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)