TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Kenaikan harga Bahan Bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, membuat warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, memilih mengurangi penggunaan kendaraan bermotor untuk menekan biaya harian. Ditambah kenaikan pertamax juga membuat tarif ojek ikutan naik.
Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Samsuri, warga Desa Grujugan, Kecamatan Grujugan. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir pikap di sebuah toko itu memutuskan tidak lagi menggunakan sepeda motor untuk berangkat kerja.
Motor Jupiter yang biasa dipakai kini diparkir di rumah. Sebagai gantinya, Samsuri memilih menggunakan sepeda pancal demi menghemat pengeluaran di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan.
“Bapak mulai hari ini naik sepeda pancal ke toko,” ujar Samsudin, putra Samsuri, saat dikonfirmasi Kamis (11/6/2026).
Baca juga: Ratusan Juta Dibayar Lunas Sejak 2025, Sapi Milik BUMDes di Bondowoso Tak Kunjung Datang
Menurut Samsudin, ayahnya selama ini menggunakan Pertamax atau Pertalite secara bergantian, tergantung kondisi antrean di SPBU.
Namun setelah harga Pertamax naik dan antrean Pertalite semakin padat, keputusan untuk bersepeda menjadi pilihan yang dinilai paling memungkinkan. Dalam sehari, Samsuri menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer pulang pergi menuju tempat kerja.
“Ya bagaimana lagi, situasi ekonominya begini,” tambahnya.
Baca juga: Pertamax Naik, Bupati Lumajang Minta Kepala OPD Pakai Kendaraan Pribadi untuk Efisiensi
Dampak kenaikan pertamax juga membuat tarif ojek lokal naik.
Dani, pemilik layanan ojek lokal Bosjek di Bondowoso, mengatakan sebelumnya sebagian pengemudi menggunakan Pertamax agar waktu operasional lebih efisien saat permintaan layanan tinggi.
Namun kondisi saat ini membuat seluruh mitra beralih menggunakan Pertalite untuk menekan biaya bahan bakar, meski harus menghadapi waktu antre yang lebih panjang.
“Sekarang pakai Pertalite semua,” kata Dani.
Perubahan biaya operasional tersebut turut memengaruhi tarif layanan. Bosjek memutuskan menaikkan tarif sebesar Rp 1.000 untuk setiap perjalanan.
Menurut Dani, kebijakan itu diambil agar para pengemudi tetap bisa menjalankan aktivitas di tengah kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok.
“Iya, tarif layanannya kita naikkan Rp1.000,” ujarnya.
Baca juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Warga Bondowoso Mulai Beralih ke Pertalite
Pantauan di lapangan menunjukkan perubahan pola konsumsi BBM mulai terlihat di sejumlah SPBU.
Di SPBU Kembang, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 16.22 WIB, antrean kendaraan di jalur Pertalite terlihat memanjang hingga sekitar lima meter. Sementara itu, jalur pengisian Pertamax tampak relatif sepi.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Tamansari sekitar pukul 10.00 WIB. Antrean Pertalite mencapai sekitar tujuh meter, sedangkan antrean Pertamax hanya diisi beberapa kendaraan.
Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran pilihan konsumen ke BBM dengan harga yang lebih terjangkau sebagai respons terhadap kenaikan harga Pertamax.