5 Tuntutan Demo Mahasiswa soal Kenaikan BBM, Minta Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah
Agus Tri Harsanto June 12, 2026 12:07 PM

TRIBUNBATAM.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memantik demo mahasiswa di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Mahasiswa membawa tuntutan termasuk soal kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Per 10 Juni 2026 kemarin, BI telah menaikkan harga Pertamax 92. Kini terendah di angka Rp15.250 per liter dan tertinggi Rp17.000 per liter.

Di Batam, harga Pertamax 92 Rp 15.500. Harga ini lebih rendah dibandingkan harga Pertamax di daerah lain karena Batam merupakan daerah free trade zone.

Pertamax 92 naik dari Rp11.750 per liter menjadi Rp15.500 per liter.

Akibat kenaikan ini, warga beralih ke Pertalite.

Kenaikan harga BMM memicu sorotan publik hingga aksi demo terjadi di sejumlah daerah, seperti di Bandung hingga Makassar.

Hari ini, massa akan kembali melakukan demonstrasi atau unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat.

Tak hanya kawasan Bundaran HI, unjuk rasa dijadwalkan berlangsung di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Situasi terkini pada Jumat pagi, terpantau sudah ada pihak keamanan yang berada di kawasan Monas Jakarta.

Pantauan Tribunnews pada pukul 09.20 WIB, terlihat para petugas keamanan sedang melaksanakan agenda apel pagi untuk mengamankan aksi demonstrasi. 

Tampak aparat berseragam cokelat identitas Polri dan aparat hitam identitas khas Korps Brigade Mobil (Brimob) berbaris tegap. Mereka mendengarkan arahan dari pimpinan.

Terlihat pula visual Tugu Monas (Monumen Nasional) setinggi 132 meter di Jakarta Pusat.

Sementara itu, situasi di area Bundaran HI masih terpantau normal dan kondusif hingga pukul 09.30 WIB. 

Sejumlah kendaraan roda empat maupun roda dua melintas di area Bundaran HI seperti biasanya.

Kemudian, belum terlihat kumpulan mahasiswa yang menyampaikan tuntutannya kepada Pemerintah. 

Situasi terkini di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, dan kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) mulai menghangat jelang aksi besar bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” pada Jumat (12/6/2026) siang.

Sejak pagi, mahasiswa UI terlihat berkumpul di area kampus untuk melakukan konsolidasi internal sebelum bergerak ke pusat kota.

Pantauan TribunnewsDepok.com, massa mulai berkumpul di Lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI pada pukul 09.00 WIB. Sejumlah mahasiswa tampak membuat spanduk berisi berbagai aspirasi dan tuntutan.

“Gibran Raka Bullshit, #MenujuIndonesiaBangkrut, Rupiah Turun Prabowo Kapan?” tulis pada spanduk.

Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Albani Ilmi, menjelaskan bahwa massa yang berjumlah sekitar 1.000 orang direncanakan bergerak menuju Bundaran HI untuk menggelar aksi unjuk rasa.

Keberangkatan dijadwalkan sekitar pukul 10.00 WIB. Aksi akan dimulai setelah salat Jumat guna menghormati peserta yang beribadah.

Massa berasal dari seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas se- Universitas Indonesia, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), serta Front Mahasiswa Nasional (FMN).

Bahkan, sebagian pengemudi ojek online (ojol) akan ikut serta unjuk rasa.

Albani menjelaskan ada 5 tuntutan utama yang dibawa, yakni:

  • Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  • Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
  • Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
  • Menghentikan praktik militerisme di ranah sipil.
  • Meminta Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.

Demo di Sejumlah Daerah 

Demo kenaikan BBM ini, tak hanya digelar di ibu kota, tetapi juga di sejumlah daerah. 

Di Kota Kendara, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar aksi demo pada Rabu (10/6/2026) malam.

Selain orasi, puluhan mahasiswa ini juga memblokade jalan dengan membakar ban di Kawasan Bundaran Tank, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ketua BEM FISIP UHO, Zacky Fahmi menilai, kenaikan BBM membuat hidup masyarakat semakin berat.

Imbasnya, harga-harga kebutuhan pokok melonjak dan biaya transportasi serta akomodasi bisa meroket.

Kemudian, demo juga berlangsung di Bandung, Jawa Barat.

Mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung Raya yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat pada Kamis (11/6/2026).

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan dan kemarahan, terhadap sejumlah kebijakan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai gagal menjawab persoalan rakyat.

Mahasiswa menyoroti sejumlah hal, yakni melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi, dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional, hingga pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang dianggap berpotensi mempersempit ruang sipil.

Baca juga: Demo Mahasiswa Hari Ini, Waspada Provokator di Balik Aksi agar Stabilitas Nasional Terjaga

Aksi yang digelar secara damai ini, dilakukan dengan orasi secara bergantian. Sejumlah mahasiswa juga menampilkan teatrikal sebagai bentuk ekspresi perlawanan.

Koordinator aksi, M. Ali Ibrahim, menjelaskan, aksi tersebut juga melibatkan berbagai kelompok masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat, sebagaimana dilansir  TribunJabar.id.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Muhammad Renald Shiftanto, Seno Tri Sulistiyono, TribunJabar.id/Nazmi Abdurrahman)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.