TRIBUNJAMBI.COM - Gelombang protes mahasiswa terhadap kenaikan harga BBM dan melemahnya nilai tukar rupiah kini resmi mengepung ibu kota pada Jumat (12/6/2026).
Aksi unjuk rasa massal ini membawa rentetan gugatan krusial, terutama menolak lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang baru saja diberlakukan pemerintah.
Per 10 Juni 2026 kemarin, harga Pertamax resmi meroket di mana tarif terendah kini bertengger di angka Rp15.250 per liter dan tarif tertinggi menembus Rp17.000 per liter.
Kebijakan ini langsung memicu sorotan tajam publik hingga menyulut demonstrasi beruntun di berbagai wilayah, termasuk Bandung dan Makassar, sebelum akhirnya berpusat di Jakarta hari ini.
Dua titik strategis di jantung Jakarta Pusat, yakni kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Kecamatan Menteng dan area sekitar Monumen Nasional (Monas), dijadwalkan menjadi episentrum berkumpulnya massa.
Laporan Situasi Terkini pada Jumat pagi menunjukkan aparat penegak hukum telah memperketat pengamanan di ring satu ibu kota.
Pihak keamanan terpantau sudah bersiaga penuh dan menduduki area seputar kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Berdasarkan pantauan langsung Tribunnews di lapangan pada pukul 09.20 WIB, ratusan petugas keamanan gabungan tengah melangsungkan agenda apel pagi demi mematangkan strategi pengawalan aksi demonstrasi.
Baca juga: Peta Perlawanan BBM Naik dan Rupiah Melemah: Dari Aksi Jahit Mulut hingga Isu Reformasi Jilid II
Baca juga: Iran Luncurkan Rudal ke Selat Hormuz dan Bantah Klaim Donald Trump
Di bawah megahnya visual Tugu Monas setinggi 132 meter yang berdiri kokoh, barisan tegap aparat berseragam cokelat khas Polri serta pasukan berbaju hitam dari Korps Brigade Mobil (Brimob) tampak serius mendengarkan instruksi dan arahan dari pimpinan komando.
Sterilisasi ini dilakukan lebih awal mengingat kawasan Monas kerap menjadi jalur krusial bagi pergerakan massa menuju istana maupun pusat pemerintahan.
Bundaran HI Kondusif Menjelang Pukul 10.00 WIB
Berbeda dengan pengamanan ketat di Monas, situasi terkini di area Bundaran HI justru masih terpantau normal, landai, dan kondusif hingga pukul 09.30 WIB.
Arus lalu lintas di jalur protokol tersebut berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Sejumlah kendaraan roda empat maupun roda dua masih melintas mengitari kolam Bundaran HI seperti hari-hari biasanya.
Hingga setengah jam menjelang jadwal yang ditentukan, belum terlihat adanya pergerakan atau kumpulan atribut aliansi mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasinya di depan publik.
Berdasarkan maklumat konsolidasi, aksi unjuk rasa di Bundaran HI direncanakan baru akan bergulir tepat pada pukul 10.00 WIB.
Estimasi kekuatan massa yang turun ke jalan diperkirakan mencapai sedikitnya 1.500 orang.
Jumlah massa yang masif ini terjadi lantaran aksi digerakkan oleh koalisi raksasa lintas kampus.
Baca juga: Jadwal Demo Mahasiswa Hari Ini di Jakarta dan Jambi, 5 Tuntutan ke Pemerintah
Baca juga: Menkeu Purbaya Bakal Pangkas Anggaran MBG, Ribuan Mahasiswa UI Kepung Bundaran HI
Ribuan mahasiswa yang memadati Bundaran HI tersebut merupakan gabungan dari seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas se-Universitas Indonesia (UI).
Perjuangan mahasiswa jaket kuning ini juga disokong penuh oleh barisan pemuda dari BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UPN Veteran Jakarta, serta Universitas Pancasila.
Tidak hanya dari kalangan civitas akademika, kelompok pergerakan masyarakat sipil seperti Serikat Perempuan Indonesia (Seruni) dan Front Mahasiswa Nasional (FMN) juga dipastikan melebur dalam satu barisan massa guna menuntut keadilan ekonomi.
Bahkan, sebagian pengemudi ojek online (ojol) akan ikut serta unjuk rasa yang membawa lima tuntutan, meliputi
- Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
- Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
- Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
- Menghentikan praktik militerisme di ranah sipil.
- Meminta Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.
Sementara aksi kedua akan berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di sisi selatan kawasan Monas.
Demo di lokasi kedua tersebut, digelar massa dari Perhimpunan Penegak Demokrasi Indonesia, dimulai pada pukul 13.00 WIB.
Demo kenaikan BBM ini, tak hanya digelar di ibu kota, tetapi juga di sejumlah daerah.
Di Kota Kendara, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar aksi demo pada Rabu (10/6/2026) malam.
Selain orasi, puluhan mahasiswa ini juga memblokade jalan dengan membakar ban di Kawasan Bundaran Tank, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Ketua BEM FISIP UHO, Zacky Fahmi menilai, kenaikan BBM membuat hidup masyarakat semakin berat.
Imbasnya, harga-harga kebutuhan pokok melonjak dan biaya transportasi serta akomodasi bisa meroket.
Kemudian, demo juga berlangsung di Bandung, Jawa Barat.
Mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung Raya yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat pada Kamis (11/6/2026).
Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan dan kemarahan, terhadap sejumlah kebijakan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai gagal menjawab persoalan rakyat.
Mahasiswa menyoroti sejumlah hal, yakni melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi, dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional, hingga pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang dianggap berpotensi mempersempit ruang sipil.
Aksi yang digelar secara damai ini, dilakukan dengan orasi secara bergantian. Sejumlah mahasiswa juga menampilkan teatrikal sebagai bentuk ekspresi perlawanan.
Koordinator aksi, M. Ali Ibrahim, menjelaskan, aksi tersebut juga melibatkan berbagai kelompok masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat, sebagaimana dilansir TribunJabar.id.
Baca juga: Ketua TP-PKK Batang Hari Kunjungi Ponpes Darul Qurra Wal Huffazh, bERI Motivasi Santri
Baca juga: Bahlil Pasang Badan untuk PLN, Bantah Isu Batu Bara Langka Pemicu Mati Lampu
Baca juga: Jenazah Alaka, Bocah di Batang Hari Jambi yang Ditemukan Meninggal di Kolam, Langsung Dimakamkan