1000 Mahasiswa Bergerak, BEM UI Bongkar Alasan Pakai Kaos Hitam Saat Demo, Aparat Gabungan Bersiaga
Ferdinand Waskita Suryacahya June 12, 2026 02:08 PM

 

TRIBUNJAKARTA.COM  - Massa mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mulai bergerak menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat menggunakan sekitar 18 bus kopaja dan 10 angkutan kota, Jumat (12/6/2026) sekira pukul 10.58 WIB.

Sekira 1.000 mahasiswa Universitas Indonesia (UI) memadati lapangan parkir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI pada pukul 09.00 WIB.

Mereka lalu bertolak menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat untuk mengikuti aksi bertajuk 'MenujuIndonesiaBangkrut' pada Jumat (12/6/2026).

Mahasiswa lintas fakultas itu mengenakan pakaian serba hitam serta almamater kuning khas UI.

Simbol Pakaian Hitam

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengungkapkan alasannya mengenakan pakaian hitam

Athof mendesak  pihak pemerintah dan DPR untuk menghentikan program yang memboroskan anggaran serta berhenti berkilah dari kondisi krisis yang ada.

Menurut Athof, aksi ini membawa tagar #MenujuIndonesiaBangkrut, sebagai peringatan terhadap kemunduran di sektor ekonomi, demokrasi, dan moralitas bangsa.

“Penggunaan pakaian serba hitam menyimbolkan pupusnya harapan dan kondisi yang mengarah ke kegelapan,” katanya. 

Aksi Gabungan

Athof menuturkan aksi pada hari ini  merupakan gabungan dari berbagai BEM, di antaranya BEM UI, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, BEM NF, IPB, UIN, dan elemen mahasiswa lainnya.

Massa yang berangkat dari wilayah Depok diperkirakan berjumlah 1.000 orang, dan jika digabungkan dengan titik lain totalnya bisa mencapai 3.000 orang.

“Karena kita sudah menyadari bahwa ekonomi itu hanya tumbuh di atas kertas, tetapi tidak berubah di atas meja rakyat,” kata Athof.

Athof menilai pertumbuhan ekonomi saat ini hanya terjadi di atas kertas, namun tidak dirasakan oleh rakyat nyata. 

Selain itu, lapangan kerja menyempit, harga barang pokok naik, dan beban pajak dinilai masih mencekik rakyat menengah ke bawah.

BEM UI juga menyoroti kelangkaan Pertalite serta pemadaman listrik yang sudah terjadi di Pulau Jawa maupun luar Jawa sebagai bukti adanya krisis.

“Kita juga menganggap jika kondisi tidak membaik, maka sesuai tagar kami, Menuju Indonesia Bangkrut, baik bangkrut secara ekonomi, bangkrut secara demokrasi, dan juga bangkrut secara moralitas bangsa,” tegasnya.

DEMO BEM UI - Massa BEM UI bersiap berangkat aksi ‘Menuju Indonesia Bangkrut’ ke Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Massa mulai berkumpul di lapangan FISIP UI Kampus Depok pada pukul 09.00 WIB.
DEMO BEM UI - Massa BEM UI bersiap berangkat aksi ‘Menuju Indonesia Bangkrut’ ke Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Massa mulai berkumpul di lapangan FISIP UI Kampus Depok pada pukul 09.00 WIB. (Warta Kota/M. Rifqi Ibnumasy/TRIBUNNEWS)

Aparat Bersiaga

Sementara itu, situasi lalu lintas di lokasi masih terpantau normal jelang rencana aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Jumat (12/6/2026) siang.

Dikutip dari Wartakotalive di lokasi hingga sekitar pukul 11.02 WIB, aktivitas kendaraan di sekitar Bundaran HI masih berjalan lancar meskipun volume kendaraan terlihat cukup padat.

Arus lalu lintas dari arah Jalan Jenderal Sudirman menuju Bundaran HI maupun dari Jalan MH Thamrin ke berbagai arah masih dapat dilalui tanpa hambatan berarti.

Belum terlihat adanya penumpukan kendaraan ataupun antrean panjang yang biasanya muncul menjelang berlangsungnya aksi massa berskala besar.

Para pengendara roda dua maupun roda empat tampak tetap melintas dengan kecepatan normal di sejumlah ruas jalan yang mengelilingi kawasan Bundaran HI.

Sementara itu, kelompok massa mahasiswa yang direncanakan akan menggelar aksi demonstrasi belum terlihat tiba di lokasi. 

Kendati demikian, aparat keamanan gabungan dari unsur TNI dan Polri telah bersiaga di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi kedatangan peserta aksi sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban di kawasan tersebut.

Sejumlah personel tampak melakukan pemantauan di sekitar area Bundaran HI, termasuk di jalur-jalur yang menjadi akses utama menuju titik aksi. 

Kehadiran aparat dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.

Hingga menjelang tengah hari, kondisi di sekitar Bundaran HI masih relatif kondusif. Masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut, termasuk pengguna kendaraan pribadi maupun penumpang transportasi umum, masih dapat beraktivitas seperti biasa. 

Belum ada rekayasa lalu lintas maupun penutupan jalan yang diberlakukan di lokasi.

(TribunJakarta.com/Wartakota)

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Polda Metro Jaya Kerahkan 4.151 Personel Gabungan

  • Baca juga: Bundaran HI Jadi Lokasi Demo, Sudirman-Thamrin Diprediksi Macet, Ini Jalan Penggantinya

  • Baca juga: Demo Besar di Bundaran HI Hari Ini: Aksi “Indonesia Bangkrut” Disuarakan, 4.151 Personel Bersiaga

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.