Laporan Wartawan TribunJatim.com, Danendra Kusuma
TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tengah menghadapi kendala.
Pasalnya, sejauh ini, anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.
Baca juga: Dulu Jualan Lewat WA, Afidah Kini Sukses Produksi 100 Botol Temulawak per Hari di Gresik
Akibatnya, beberapa SPPG terpaksa berhenti beroperasi sembari menunggu pencairan dana tersebut.
Koordinator Satuan Tugas (Satgas) MBG Pemkab Nganjuk, Judy Ernanto mengatakan, pihaknya mencatat ada lima SPPG yang berhenti beroperasi.
Selaras dengan hal itu, lima SPPG tidak bisa menyalurkan menu makanan bergizi gratis (MBG) ke penerima manfaat.
"Karena virtual account-nya belum tertransfer. Sedikitnya lima SPPG melaporkan tidak beroperasi," katanya, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, keterlambatan transfer BGN ke SPPG adalah hal wajar.
Judy menyebut, tantangan yang sama juga pernah terjadi.
Tepatnya, sebelum adanya pergantian jajaran pimpinan BGN pada beberapa waktu lalu.
"(Keterlambatan transfer) sudah pernah terjadi sebelumnya," paparnya.
Dia mengungkapkan saat ini, totalnya terdapat 122 SPPG di Kabupaten Nganjuk.
Terkait penambahan jumlah, lanjut Judy, itu wewenang penuh BGN.
"Belum ada laporan titik baru SPPG," tutupnya.