Hujan Kartu Merah! Tuan Rumah Meksiko Bungkam Afrika Selatan 2-0 di Laga Keras Piala Dunia 2026
Rivaldi Ade Musliadi June 12, 2026 01:27 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tuan rumah Meksiko sukses mengamankan poin penuh dalam laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Afrika Selatan dengan skor 2-0.

Pertandingan yang berlangsung di hadapan publik sendiri ini berjalan luar biasa panas dan bertensi tinggi. 

Tidak hanya menyajikan jual beli serangan, laga ini juga diwarnai hujan kartu merah dari kantong wasit akibat kerasnya permainan kedua tim di atas lapangan hijau.

Dengan kemenangan ini, Meksiko sukses memuncaki klasemen sementara Grup A.

Tensi Tinggi Khas Piala Dunia, Meksiko Layak Menang

Sengit dan kerasnya duel antara Meksiko vs Afrika Selatan ini turut memancing perhatian pencinta sepak bola di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Bayu (27), warga Pontianak yang ikut menyaksikan laga ini lewat tayangan siaran langsung, mengaku terkejut dengan banyaknya kartu merah yang keluar.

Menurut Bayu, status Meksiko sebagai tuan rumah membuat mereka tampil ngotot, namun Afrika Selatan juga memberikan perlawanan yang menjurus kasar.

• Dramatis! Lewat Aksi Comeback, Korea Selatan Tumbangkan Ceko 2-1

"Gila, pertandingannya keras sekali sampai keluar tiga kartu merah. Tapi secara statistik Meksiko memang layak menang, mereka pegang bola sampai 61 persen dan operannya rapi sekali mencapai 91 persen akurasi. Gol cepat Quiñones di menit awal betul-betul merusak mental bermain Afrika Selatan," ujar Bayu kepada Tribun Pontianak, Jumat 12 Juni 2026.

Bayu juga menambahkan bahwa tensi tinggi seperti inilah yang membuat gelaran Piala Dunia selalu dinanti oleh warga di warkop-warkop Pontianak.

"Nonton pertandingan seketat ini sambil ngopi di Pontianak itu serunya double. Semua penonton ikut teriak pas momen kartu merah keluar beruntun di babak kedua," pungkasnya.

Gol Cepat Quiñones dan Drama Pengusiran Pemain

Meksiko langsung tampil menggebrak sejak awal pertandingan demi memenuhi ekspektasi jutaan pendukungnya. 

Strategi menekan ini langsung membuahkan hasil manis pada menit ke-9. 

Julián Quiñones sukses mencetak gol cepat untuk membawa Meksiko memimpin 1-0.

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan justru semakin memanas. Afrika Selatan yang mencoba mengejar ketertinggalan mulai memperagakan permainan keras. 

Petaka pertama bagi tim tamu datang pada menit ke-50 saat Yaya Sithole diganjar kartu merah oleh wasit.

Bermain dengan 10 pemain membuat Afrika Selatan semakin kewalahan. 

Kondisi ini kian diperparah pada menit ke-84 setelah Themba Zwane juga diusir keluar lapangan oleh wasit akibat menerima kartu merah langsung.

Unggul jumlah pemain, Meksiko mengunci kemenangan pada menit ke-87 lewat gol yang dilesakkan oleh penyerang senior mereka, Raúl Jiménez, mengubah skor menjadi 2-0.

Drama belum usai, di masa injury time tepatnya menit 90+2', giliran bek Meksiko, César Montes, yang harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu merah dari wasit. Skor 2-0 bertahan hingga laga bubar.

Dominasi Penguasaan Bola dan Total 3 Kartu Merah

Berdasarkan data statistik resmi dari gambar pertandingan, Meksiko memang mendominasi jalannya laga, namun efektivitas serangan dibarengi dengan kerasnya duel di lapangan:

Penguasaan Bola: Meksiko memegang kendali permainan dengan 61 persen penguasaan bola, sementara Afrika Selatan hanya mencatatkan 39 % .

Intensitas Serangan: Tuan rumah tampil sangat agresif dengan melepaskan 16 tembakan (5 di antaranya on target). Bandingkan dengan Afrika Selatan yang hanya mampu menciptakan 3 tembakan sepanjang laga.

Aliran Bola: Meksiko mencatatkan 538 operan dengan tingkat akurasi mencapai 91 % , sedangkan Afrika Selatan mengemas 341 operan dengan akurasi 83 % .

Hujan Kartu Wasit: Kerasnya pertandingan digambarkan lewat lahirnya total 3 kartu merah (1 untuk Meksiko atas nama César Montes, dan 2 untuk Afrika Selatan atas nama Yaya Sithole dan Themba Zwane). 

Selain itu, wasit juga mengeluarkan 3 kartu kuning sepanjang 90 menit pertandingan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.