566 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Diterjunkan di Sambas, Wabup: Data Jujur Jadi Kunci Pembangunan
Madrosid June 12, 2026 01:27 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sebanyak 566 petugas Sensus Ekonomi (SE) Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi di Hotel Pantura Jaya Sambas, Rabu 11 Juni 2026.

Wabup Heroaldi mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sambas untuk memberikan data yang jujur, benar, dan apa adanya demi menghasilkan data ekonomi yang akurat.

Data hasil sensus ini sebagai dasar pembangunan daerah sekaligus sebagai bentuk gotong royong dalam membangun Kabupaten Sambas yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Wabup Heroaldi mengungkapkan, Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan mulai 15 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi ekonomi masyarakat yang nantinya menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta pengambilan keputusan di berbagai sektor," ungkap Heroaldi.

Baca juga: Harga Kelapa di Tangaran Sambas Anjlok Drastis, Petani Menjerit Tak Sebanding Biaya Hidup

Wabup Heroaldi menyampaikan bahwa Kabupaten Sambas memiliki potensi besar yang perlu didukung dengan data yang valid agar dapat dikembangkan secara optimal.

"Kabupaten Sambas sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Kalimantan Barat dan memiliki posisi yang strategis, menyimpan beragam potensi, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga potensi wisata alam dan budaya," ujarnya.

Menurut Heroaldi, potensi yang besar tersebut tidak akan berkembang secara maksimal apabila tidak didukung oleh data yang akurat dan terukur.

Potensi yang besar ini tidak akan berkembang dengan baik apabila tidak terdata dengan benar. Oleh karena itu, kita harus membangun data yang akurat.

"Melalui Sensus Ekonomi 2026 inilah kita berupaya menghasilkan data seakurat mungkin agar dapat menjadi panduan dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Kabupaten Sambas ke depan," paparnya.

Data Penting

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan atau pengumpulan angka statistik semata, melainkan bagian penting dari upaya mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran.

"Sensus Ekonomi bukan sekadar rutinitas statistik atau pengumpulan angka-angka di atas kertas. Ada tujuan besar yang ingin kita capai bersama demi kemajuan Bumi Serambi Mekah yang kita cintai," tegasnya.

Ia juga menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap data yang diberikan.

Sebab, kerahasiaan data para responden dijamin dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku serta hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

"Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap dapat memperoleh data yang berkualitas sehingga mampu menjadi landasan yang kuat dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan demi mewujudkan Sambas Berkah Berkemajuan," tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.