Isak Tangis Jemaah Haji Mamuju, Pulang dari Tanah Suci Disambut Duka Suami Wafat
Nurhadi Hasbi June 12, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Suasana haru dan duka menyelimuti kepulangan salah satu jemaah haji asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang tergabung dalam Kloter 12.

Berbeda dengan jemaah lain yang disambut suka cita keluarga, seorang jemaah perempuan tersebut harus menerima kabar duka meninggalnya sang suami, Amran, sesaat sebelum tiba di tanah air.

Kabar duka itu dibenarkan oleh rekan satu rombongan jemaah, H. Andi Saiful Rauf.

Baca juga: Sesak Nafas saat Mendarat di Makassar, Jamaah Haji Kloter 12 Mamuju Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Sulbar, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Mamuju hingga Majene

Ia mengatakan, suami dari jemaah tersebut meninggal dunia dua hari sebelum jadwal kepulangan ke Indonesia.

"Iya, beliau teman rombongan saya. Dua hari sebelum kami pulang, kami mendapat kabar bahwa suaminya meninggal dunia," ujar Andi Saiful, Jumat (12/6/2026).

Rombongan jemaah haji Mamuju diketahui tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Rabu (10/6/2026).

Setelah tiba di tanah air, jemaah perempuan tersebut tidak mengikuti rombongan bus kepulangan.

Ia langsung dijemput pihak keluarga untuk menuju rumah duka di Jalan Andi Dai, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju.

"Beliau tidak ikut rombongan saat pelepasan di embarkasi. Langsung dijemput keluarga menggunakan kendaraan pribadi," tambahnya.

Tangis Pecah di Rumah Duka

Suasana haru tak terbendung saat mobil yang membawa sang jemaah tiba di rumah duka.

Ia tampak lemas dan harus dipapah saat turun dari kendaraan oleh anggota keluarga.

Wanita paruh baya itu masih mengenakan pakaian khas jemaah haji Bugis-Mandar berwarna merah muda lengkap dengan penutup kepala.

Pakaian yang seharusnya menjadi simbol kebahagiaan itu kini berubah menjadi saksi duka mendalam.

Tangisnya pecah saat melihat suasana rumah duka yang telah dipenuhi keluarga dan kerabat.

Ia kembali menangis histeris ketika membaca papan ucapan duka atas wafatnya sang suami.

Di dalam rumah, ia langsung bersimpuh di atas karpet sambil dipeluk keluarga yang berusaha menenangkan.

Tangisan keluarga dan kerabat turut mengiringi suasana duka yang menyelimuti rumah tersebut.

Hingga beberapa saat, isak tangis masih terus terdengar di tengah pelukan keluarga yang mencoba menguatkan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.