BANJARMASINPOST.CO.ID - Heran suaminya dikaitkan kasus Blueray Cargo, Nagita Slavina ungkit pengalaman 11 tahun jadi istri Raffi Ahmad.
Sosok presenter Raffi Ahmad tengah jadi sorotan usai namanya disebut dalam sidang perkara dugaan suap yang menyeret bos perusahaan Blueray Cargo.
Perkara yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat itu juga kabarnya menyeret oknum di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Raffi disebut-sebut membeli dan menitipkan ponsel dan laptop lewat perusahaan Blueray Cargo.
Tak tinggal diam, Raffi Ahmad menggandeng Hotman Paris sebagai kuasa hukum menggelar konferensi pers di Jakarta pada Kamis (11/6/2026).
Lewat konferensi pers itu, Raffi membantah kabar dan isu miring yang mengaitkan dirinya pada perkara itu.
Di sisi lain, istri Raffi, Nagita Slavina nampak keheranan dengan tudingan yang menyeret suaminya.
Nagita mengatakan, Raffi tidak pernah memiliki kebiasaan membeli barang elektronik. Bahkan ponsel yang digunakan Raffi pun dibeli oleh Nagita.
Apalagi soal pembelian laptop, Ia merasa ada kejanggalan, sebab Raffi disebut nyaris tak menggunakan laptop dalam kegiatan kerja sehari-hari.
Hal ini diutarakan Nagita saat mereka berbincang dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
"Kan saya juga ikut ditanyain. Asal kalian tahu aja Raffi ini password ATM aja nggak ngerti. Jadi untuk beli-beli kayak gitu nggak mungkin," jelas Nagita, lewat kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, dikutip Jumat (12/6/2026).
"Itu bukan kesehariannya dia (pakai laptop)," lanjutnya.
Baca juga: Jalan Panjang Ruben Onsu untuk Rebut Hak Asuh dari Sarwendah, Praktisi Hukum Uraikan Tahapannya
Merasa tahu betul kebiasaan Raffi setelah 11 tahun berumah tangga, Nagita menyebut, Raffi tidak pernah bertransaksi atau membeli barang elektronik hingga kebutuhan pribadi sendiri.
"Aku sampai teleponan sama mamanya, sama adiknya. Kita teh ketawa. 'nggak mungkin teh si Raffi beli-beli laptop, buat apa beli laptop?'" ucap Nagita.
"Saya teh kalau mau beli handphone, beli apa aja selalu lewat istri," Raffi menimpali.
"Ibaratnya dia dari ujung kepala sampai ujung kaki nggak biasa beli sendiri," tambah Nagita.
Meski demikian, Nagita memaklumi tindakan Raffi untuk mengklarifikasi isu miring tersebut. Sebab, tak cuma sebagai figur publik, namun Raffi juga kini mengemban amanah sebagai pejabat publik.
"Kalau misalnya kayak kemarin diomongin soal pencucian uang, kita nggak terlalu nanggapin. Cuman kalau ini namanya dibahas di pengadilan, makanya harus diklarifikasi menurut saya," ucap Nagita mengakhiri.
Dalam kesempatan yang sama, Raffi sekaligus mengungkap kronologi bertemu Blueray Cargo dan berfoto bersama karyawannya di sana.
Foto tersebut diambil pada Oktober 2025 saat dirinya bertolak untuk event lari Chicago Marathon.
Di sana, Raffi juga turut mengajak tim The Dudas-1 yang beranggotakan Gading Marten, Ariel NOAH dan Desta.
"Jadi begini ceritanya, saya lagi lari maraton sama si Ariel Oktober 2025 ke Chicago Marathon. Disemangatin sama Desta sama si Gading," ucap Raffi.
Setelah event lari tersebut, Raffi dan rombongan beranjak ke New York untuk bertemu dengan kolega lain di restaurant.
Tak diketahui Raffi, restaurant yang didatanginya itu bersebelahan dengan toko Blueray Cargo Group.
Saat lewat, pria 39 tahun ini, disapa oleh seorang yang saat itu menjaga toko Blueray Cargo Group.
Lalu nampak percakapan basa-basi saat Raffi ditawari jasa kirim barang lewat Blueray Cargo.
Setelahnya, mereka turut berfoto bareng di depan toko yang bertuliskan Blueray Cargo Group.
Saat itu, juga terlihat Desta, Ariel NOAH dan Gading ikut dalam barisan foto.
"Habis dari Chicago kita main ke New York sambil ketemu sama temen atau warga yang ada di sana. Datanglah kita ke restaurant yang namanya Awang Kitchen di Queens, New York. Ada videonya di YouTube juga ada."
"Di sebelah kanannya ada toko Indonesia produk Indonesia, mampirlah ke sana, lalu baliklah kita ke Awang Kitchen. Pas mau balik tepat disebelahnya (Awang Kitchen) kan ada toko Blueray. Mereka (menyapa) dia ngajak foto. Si Gading, Desta, sama Ariel juga ikut foto di depan (kantor) Blueray Cargo," jelasnya.
Sebagai publik figure yang amat terkenal, Raffi berniat hanya merespons basa-basi atas tawaran dari seseorang oknum tersebut.
"Biasalah basa-basi 'A Raffi, Mas Ariel kita ini bisa mengirim Handphone, Laptop'. Ya masak aku bilang enggak 'Oh iya' gitu kan. Namanya juga orang nawarin (basa-basi) masak saya bilang enggak. Saya bilang 'Oh iya nanti yaa, oke'. Udah gitu pulang terus foto," lanjutnya.
Namun tak disangka, percakapan basa-basi itu diduga dibahas dalam forum percakapan WhatsApp oknum itu dengan bos Blueray Cargo Group.
Hingga namanya kini ikut disebut saat sidang kasus dugaan suap atau penyelundupan di pengadilan.
Pengacara Raffi Ahmad, Hotman Paris menilai kliennya menjadi korban fitnah usai dikaitkan dengan kasus dugaan penyelundupan ini.
Hotman Paris menegaskan hingga saat ini tidak ditemukan bukti bahwa Raffi Ahmad pernah memesan ataupun menerima barang dari perusahaan tersebut.
Menilai hal tersebut telah menimbulkan kegaduhan di media sosial, Hotman Paris mengaku tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai menyebarkan tuduhan tanpa dasar kepada kliennya itu.
"Yang mau kita cari adalah orang-orang yang menistai sangat keji di medsos yang langsung sudah menuduh tanpa ada bukti," kata Hotman Paris di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (11/6/2026).
Hotman menambahkan, jika pihak Blueray sendiri tidak melakukan perbuatan yang dapat dijadikan laporan pidana terhadap Raffi.
"Kalau orangnya Blueray itu nggak ada yang menuduh dia satu pun," ujar Hotman.
Hotman menilai narasi yang berkembang di media sosial telah menggiring opini publik seolah Raffi terlibat dalam kasus tersebut.
Oleh sebab itu, tim hukum akan melakukan inventarisasi terhadap akun-akun yang dianggap menyebarkan fitnah sambil mempertimbangkan langkah hukum.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)