SRIPOKU.COM - Memasuki tahapan materi ketiga pada program Diklat Pendidikan Inklusif Tingkat Dasar, Bapak dan Ibu Guru diajak untuk memperdalam literasi melalui buku panduan resmi kementerian.
Pada aktivitas ini, fokus utamanya adalah melakukan refleksi mendalam setelah membaca buku Panduan Pelaksanaan Pendidikan Inklusif, serta menuangkan hasil diskusi bersama rekan sejawat (kolega) di sekolah.
Baca juga: Jawaban T1.1.2. Aktivitas 2 Mengeksplorasi Memahami Keragaman, Jadi Guru yang Menghargai Perbedaan
Bapak/Ibu Guru dapat menyimak contoh jawaban reflektif dan catatan diskusi di bawah ini sebagai referensi untuk mengisi lembar tugas pada platform LMS (Learning Management System).
Dari buku bacaan Panduan Pelaksanaan Pendidikan Inklusif, berikut draf refleksi hasil bacaan dengan menjawab pertanyaan yang telah disiapkan:
1. Apa pemahaman baru yang saya peroleh dari bacaan ini?
Jawaban :
Pemahaman baru yang saya peroleh dari bacaan tersebut ialah: selama ini saya berpikir bahwa anak yang berkebutuhan khusus akan lebih baik jika diajar oleh guru yang memang memiliki pengetahuan khusus dalam menangani permasalahan tentang anak berkebutuhan khusus. Namun ternyata, setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan atau pembelajaran di kelas yang sama, termasuk anak yang berkebutuhan khusus (Pendidikan Inklusif).
2. Apakah saya pernah menemui murid yang menunjukkan ciri-ciri seperti yang dijelaskan dalam bacaan?
Jawaban :
Dari beberapa jenis anak berkebutuhan khusus seperti yang ada pada bacaan tersebut, saya pernah menemui murid yang menunjukkan ciri-ciri memiliki hambatan intelektual. Murid tersebut kesulitan untuk bisa memahami materi yang diajarkan dan tidak bisa beradaptasi dengan rekan murid lainnya secara cepat.
3. Bagaimana saya selama ini merespons mereka?
Jawaban :
Saya merespons mereka dengan melakukan pendekatan personal, yakni dengan memberikan perhatian khusus. Terkadang saya juga meminta bantuan murid lainnya untuk bisa memberikan pendampingan melalui sistem tutor sebaya dalam pembelajaran berkelompok. Saya berharap bisa membuat murid tersebut memiliki semangat belajar yang baik, namun ternyata adakalanya apa yang saya lakukan masih belum bisa mengubah keadaan murid ke arah yang lebih baik sesuai harapan.
Jawaban :
5. Apa satu hal yang ingin saya ubah, coba, atau pelajari lebih lanjut setelah membaca bacaan?
Jawaban :
Saya ingin mencoba untuk lebih memahami kebutuhan belajar murid dengan menggunakan strategi yang telah dijelaskan pada buku panduan. Salah satunya adalah dengan melakukan manajemen kelas yang baik, dan hal tersebut akan saya pelajari lebih mendalam untuk bisa segera saya praktikkan dalam pembelajaran di kelas nyata.
Sebagai bagian dari tagihan tugas di LMS, berikut adalah contoh draf catatan hasil diskusi bersama rekan guru di sekolah mengenai kendala dan solusi penanganan anak berkebutuhan khusus:
Nama Kolega/Rekan Guru : Adnan Buyung, S.Si.
Isi Hasil Diskusi:
Adapun hasil diskusi saya mengenai hal-hal tersebut di atas, ternyata teman guru juga merasakan hal yang sama dengan apa yang saya alami. Kolega saya tersebut kebetulan juga mengajar pada kelas yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Suka duka yang dirasakan selama melakukan pembelajaran di kelas inklusif ini menjadi sebuah pengalaman yang sangat bermakna buat saya dan kolega.
Masukan dari Kolega:
Masukan yang diberikan oleh kolega saya dalam mengatasi anak berkebutuhan khusus ialah beliau menyarankan agar saya bisa berkolaborasi dengan rekan guru lainnya dalam mencari solusi terbaik. Termasuk di antaranya mencoba untuk melakukan manajemen kelas dengan menggunakan sistem pembelajaran yang bervariasi (berdiferensiasi) agar seluruh siswa, tanpa terkecuali, bisa mendapatkan hak belajar yang sama.
Rangkuman Penting: Guru hebat bukan guru yang tidak pernah gagal, melainkan guru yang mau merefleksikan kekurangannya demi memberikan hak belajar yang setara bagi anak-anak berkebutuhan khusus melalui kolaborasi dan adaptasi strategi mengajar.