Ribuan Aparat Gabungan Kawal Demo BEM UI di Bundaran HI Usai Salat Jumat
Darwin Sijabat June 12, 2026 03:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Gelombang aksi unjuk rasa besar dari elemen mahasiswa bersiap memadati jalanan ibu kota pada Jumat (12/6/2026) siang.

Mengantisipasi hal tersebut, sebanyak 3.099 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Pemda DKI Jakarta disiagakan penuh untuk mengawal jalannya penyampaian aspirasi tersebut.

Petugas kepolisian disebar di sejumlah titik krusial di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat.

Berdasarkan agenda, massa aksi dijadwalkan akan terkonsentrasi di beberapa lokasi utama, meliputi kawasan silang selatan Monas, depan Gedung DPR RI, hingga area sekitaran Bundaran HI.

Demi menghormati massa yang beribadah, seluruh rangkaian aksi demonstrasi ini disepakati baru akan dimulai selepas waktu salat Jumat.

Apel kesiapan pengamanan telah digelar secara serentak di beberapa titik lokasi yang akan didatangi oleh para pengunjuk rasa.

Dalam arahannya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengedepankan pendekatan yang humanis namun tetap profesional selama mengawal jalannya aksi.

"Laksanakan tugas pengamanan dengan penuh tanggung jawab, humanis, dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan. Layani saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi dengan baik sesuai prosedur," tegas Kombes Pol Reynold saat memimpin apel pengamanan.

Baca juga: Situasi Terkini Ribuan Mahasiswa Kepung Jakarta Tolak Kenaikan Harga BBM

Baca juga: Detik-detik Trump Batalkan Rudal ke Iran, Klaim Damai Berujung Saling Sanggah

Reynold juga mengingatkan kepada seluruh personel di lapangan agar senantiasa menjaga soliditas dan tidak mudah terpancing oleh provokasi yang mungkin muncul di tengah massa aksi.

Pengamanan maksimal ini disiapkan guna menjamin seluruh rangkaian demonstrasi dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

"Kami telah menyiapkan 3.099 personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa. Pengamanan dilakukan secara profesional, humanis, dan mengedepankan upaya persuasif," tambahnya.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka sangat menghormati hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Kendati demikian, aparat tetap memberikan imbauan tegas agar para peserta aksi bisa menjaga ketertiban umum.

"Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun kami juga mengimbau agar peserta aksi tetap tertib, tidak anarkis, dan mematuhi aturan yang berlaku," kata Reynold.

Antisipasi Macet: Rekayasa Lalu Lintas Situasional

Guna mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan akibat konsentrasi massa, Polres Metro Jakarta Pusat bersama instansi terkait telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secara situasional.

Fokus utama pengalihan arus berada di sekitar kawasan Monas dan Jalan Medan Merdeka Selatan.

"Arus lalu lintas di sekitar kawasan Monas akan diberlakukan pengalihan secara situasional. Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas agar mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan," jelas Reynold.

Masyarakat yang beraktivitas diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan demi kelancaran bersama.

Pihak kepolisian berkomitmen melakukan pengamanan melekat hingga seluruh kegiatan selesai.

Bagi warga yang membutuhkan bantuan atau menemukan adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Reynold mengingatkan untuk memanfaatkan layanan darurat resmi.

Baca juga: Menkeu Purbaya Bakal Pangkas Anggaran MBG, Ribuan Mahasiswa UI Kepung Bundaran HI

Baca juga: Visum Jenazah Alaka Atas Permintaan Keluarga dan Penyidik di Batang Hari Jambi

"Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan adanya gangguan kamtibmas dapat segera menghubungi Call Center Polisi 110 yang siap melayani selama 24 jam," ujarnya.

BEM UI Suarakan 'Menuju Indonesia Bangkrut', Bawa 5 Tuntutan

Sementara itu, pergerakan massa dari sektor mahasiswa sudah mulai terlihat sejak pagi hari.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu elemen yang bersiap menggelar aksi berskala besar bertajuk ‘Menuju Indonesia Bangkrut’.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa mahasiswa sudah mulai berkumpul di Lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI sejak pukul 09.00 WIB.

Sejumlah mahasiswa terlihat sibuk mempersiapkan atribut aksi, termasuk membentangkan spanduk-spanduk besar berisi kritik tajam terhadap jalannya pemerintahan saat ini.

Di antaranya bertuliskan, "Gibran Raka Bullshit, #MenujuIndonesiaBangkrut, Rupiah Turun Prabowo Kapan?"

Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Albani Ilmi, mengungkapkan bahwa sekitar 1.000 orang massa dari UI direncanakan bergerak bersama menuju titik aksi di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Rombongan dijadwalkan berangkat dari kampus sekitar pukul 10.00 WIB untuk kemudian bergabung dengan elemen lainnya selepas salat Jumat.

Albani menjelaskan, aksi ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran mendalam terhadap stabilitas nasional. Ada 5 tuntutan utama yang dibawa oleh BEM UI dalam aksi kali ini:

 - Meminta pemerintah menghentikan pemborosan anggaran APBN.

 - Menuntut penurunan harga BBM dan harga kebutuhan pokok.

 - Meminta pemerintah memberhentikan program-program populismenya seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Desa Mawar Putih.

 - Menuntut penghentian militerisme di ranah sipil.

 - Meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan dan menyadari kekeliruan yang telah terjadi.

"Kami melihat bahwa dari sektor fiskal, moneter, dan pasar modal ini, Indonesia sedang menuju krisis ekonomi," tutur Albani.

BEM UI menilai kondisi bangsa saat ini sudah berada dalam fase bahaya yang terlihat nyata dari ketidakstabilan tiga sektor utama tersebut.

Oleh karena itu, mereka menuntut agar pemerintah segera mengakui dan memperbaiki kekeliruan yang ada.

Albani menegaskan bahwa aksi turun ke jalan hari ini bukanlah akhir, melainkan sebuah langkah awal untuk memantik kembali semangat perjuangan dan menyadarkan masyarakat luas mengenai kondisi riil Indonesia saat ini.

Baca juga: Komitmen Tingkatkan Perlindungan bagi Sekretaris RT dan Pekerja Rentan di Kota Jambi

Baca juga: Klarifikasi Raffi Ahmad Usai Namanya Disebut dalam Sidang Suap Bea Cukai

Baca juga: Yamaha Launching MX King 150 Prima Pramac Livery,  Penuhi Passion Penikmat Balap

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.