Kebangkitan Xavi Simons ke Puncak Terhenti karena Cedera
Marcus Ellroy June 12, 2026 03:12 PM
Xavi Simons telah memantapkan dirinya sebagai salah satu talenta menyerang paling menarik dalam sepak bola dunia, mendapatkan pengakuan atas kreativitas dan pengaruhnya di level klub maupun internasional.​
Lahir dalam keluarga sepak bola sebagai putra dari seorang mantan pemain profesional, Simons mulai menarik perhatian sejak usia muda. Pada usia tujuh tahun, ia meninggalkan Belanda untuk bergabung dengan akademi terkenal Barcelona, La Masia, di mana ia menghabiskan sembilan tahun mengembangkan permainannya bersama beberapa pemain muda yang sangat dihormati.​
Pada tahun 2019, Simons pindah ke Paris Saint-Germain setelah berkembang melalui sistem akademi muda Barcelona. Ia dengan cepat menjadi sosok penting bagi tim U-19 PSG sebelum melakukan debut seniornya pada tahun 2021 sebagai bagian dari skuad klub yang menjuarai Ligue 1.​
Kembalinya ke Belanda terjadi pada tahun 2022 ketika ia bergabung dengan PSV Eindhoven. Selama musim yang menonjol, Simons mencetak 22 gol dan memberikan 12 assist, membantu PSV memenangkan KNVB Cup dan Johan Cruyff Shield. Penampilannya juga membuatnya finis sebagai pencetak gol terbanyak di Eredivisie.​
Paris Saint-Germain kemudian menggunakan klausul pembelian kembali dan membawa Simons kembali sebelum meminjamkannya ke RB Leipzig untuk musim 2023-24. Gelandang serang itu dengan cepat menjadi pemain penting bagi klub Bundesliga tersebut, mendapatkan nomor punggung 10 dan memantapkan dirinya sebagai salah satu penggerak utama kreativitas tim dalam kompetisi domestik maupun Eropa.​
Setelah periode sukses lainnya di Jerman, RB Leipzig menyelesaikan transfer permanen pada Januari musim 2024-25. Namun, minat terhadap Simons terus meningkat seiring reputasinya berkembang di seluruh Eropa.​
Penampilannya akhirnya menarik minat besar dari klub-klub Premier League, Chelsea dan Tottenham Hotspur. Tottenham akhirnya berhasil mendapatkan tanda tangannya, membawa pemain internasional Belanda itu ke London Utara sebagai salah satu rekrutan paling penting klub tersebut.​
Di panggung internasional, Simons telah menjadi sosok yang semakin penting bagi tim nasional Belanda. Ia melakukan debut seniornya saat kemenangan 3-1 atas Amerika Serikat di Piala Dunia FIFA 2022 dan sejak itu menjadi pilihan reguler untuk tim nasional.​
Pada UEFA Euro 2024, ia menjadi starter di semua pertandingan Belanda kecuali satu dan mencetak satu-satunya gol negaranya dalam kekalahan semifinal 2-1 dari Inggris, semakin menegaskan pentingnya dirinya bagi skuad.​
Namun, kemunduran besar datang pada April 2026 ketika Simons mengalami cedera ligamen anterior cruciate saat bermain untuk Tottenham melawan Wolverhampton Wanderers. Cedera tersebut mengakhiri musimnya dan membuatnya absen dari Piala Dunia FIFA 2026.​
Meskipun mengalami kekecewaan, Simons tetap menjadi salah satu talenta paling cemerlang milik Belanda. Setelah membangun karier yang mengesankan di level klub dan internasional, ia diharapkan fokus pada pemulihan dengan tujuan kembali ke lapangan pada tahun 2027.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.