TRIBUNTRENDS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Denpasar dipastikan ikut dihentikan sementara selama masa libur sekolah dan libur Hari Raya Galungan serta Kuningan 2026.
Kebijakan tersebut berlaku terutama bagi siswa sekolah dasar yang menjadi salah satu sasaran utama program pemenuhan gizi tersebut.
Kepala Bidang Pendidikan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suryawan, mengatakan penghentian sementara dilakukan mengikuti jadwal libur yang telah ditetapkan sekolah.
Dengan demikian, penyaluran makanan bergizi kepada para siswa akan kembali dilanjutkan setelah kegiatan belajar-mengajar berlangsung normal.
Pada periode kenaikan kelas tahun ini, siswa di Denpasar diketahui akan menikmati masa liburan selama sekitar satu bulan.
Sejak pertama kali dijalankan, program MBG di Denpasar telah menjangkau ratusan ribu penerima manfaat dari berbagai kelompok masyarakat.
Selain siswa, program tersebut juga menyasar tenaga pendidik, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.
Kepala Disdikpora Kota Denpasar, I Gusti Agung Gede Wiratama, menjelaskan bahwa penyaluran MBG dilakukan melalui sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah.
Menurutnya, program ini dirancang untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik sekaligus mendukung kualitas layanan pendidikan.
Keberadaan MBG juga diharapkan dapat menunjang kesehatan dan kesejahteraan seluruh penerima manfaat yang terlibat dalam lingkungan pendidikan.
Baca juga: Demo BEM UI di Bundaran HI 12 Juni, Tuntut Stop MBG & Turunkan BBM, Rute Alternatif Hindari Macet
Dari data Disdikpora Denpasar, total 233.321 orang telah menerima MBG di Denpasar.
Dari jumlah tersebut, kategori siswa mendominasi sebagai penerima manfaat terbesar dengan jumlah 196.503 orang dari jenjang TK hingga SMA/K.
Berdasarkan kecamatan, rinciannya yakni Denpasar Selatan 18.252 siswa, Denpasar Timur 21.806 siswa, Denpasar Utara 23.174 siswa, serta Denpasar Barat 43.756 siswa.
Untuk guru atau tenaga pendidik yang telah disasar MBG sebanyak 14.726 orang.
"Rinciannya yakni Denpasar Selatan 1.276 orang, Denpasar Timur 1.586 orang, Denpasar Utara 1.780 orang, serta Denpasar Barat 3.179 orang," kata Wiratama.
Baca juga: Tersangka Baru dan Setoran Uang Korupsi MBG, Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Disetujui?
Selain itu, program ini juga menyasar 1.233 ibu hamil, 2.392 ibu menyusui, dan 18.917 balita.
Sedangkan untuk sebaran SPPG di Denpasar, yakni di Kecamatan Denpasar Selatan, terdapat 14 titik layanan SPPG, dengan 13 SPPG yang sudah beroperasional dan 1 SPPG masih dalam proses.
SPPG di Denpasar Selatan ini telah melayani sebanyak 20.892 orang.
Lalu di Denpasar Timur terdapat sebanyak 12 SPPG dan telah melayani sebanyak 25.162 orang.
Di Denpasar Utara terdapat sebanyak 12 SPPG dan telah melayani 28.949 orang.
Baca juga: Tersangka Baru dan Setoran Uang Korupsi MBG, Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Disetujui?
Serta di Denpasar Barat terdapat 11 SPPG, dimana yang telah beroperasi sebanyak 10 SPPG dengan total pelayanan 23.099 orang.
Sehingga total terdapat sebanyak 49 SPPG yang tersebar di Denpasar, dengan 2 di antaranya masih belum beroperasi.
Dari jumlah SPPG tersebut, jumlah tenaga kerja meliputi pegawai sebanyak 1.842 orang dan tenaga keamanan sebanyak 35 orang.
(TribunTrends/TribunBali.com)