Cucu Korban Pembunuhan di Patikraja Banyumas Kabur Mengendarai Motor saat Warga Berdatangan
rika irawati June 12, 2026 05:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dua perempuan ditemukan meninggal di dua tempat terpisah di sebuah rumah di RT 01 RW 10 Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (12/6/2026) pagi.

Dugaan pembunuhan menguat setelah cucu di antara korban tewas, kabur ketika warga berdatangan.

Korban tewas adalah Kartinah (81) dan AA (18).

Sudarno, tetangga korban mengatakan, sehari-hari, Kartinah tinggal sendirian di rumah itu.

Sementara, terkait AA, dia mengaku tak mengenal karena bukan warga Patikraja.

Kematian Kartinah terungkap saat Sudarno curiga melihat lampu rumah Kartinah masih menyala, sekitar pukul 06.30 WIB.

Sudarno kemudian meminta warga yang berada di belakang rumah mengecek rumah korban.

"Setelah ditengok, rumah masih terkunci. Kami ketuk-ketuk tidak ada yang menyahut," katanya.

Baca juga: Kronologi Penemuan Dua Wanita Tewas di Patikraja Banyumas, Diduga Dibunuh

Karena tidak mendapat respons dari penghuni rumah, Sudarno mengusulkan membuka paksa pintu rumah.

"Saya punya ide, coba didongkel saja pintunya. Tapi yang mendongkel harus keluarganya, jangan tetangga," ujarnya.

Pintu rumah akhirnya dibuka paksa adik Kartinah.

Setelah pintu terbuka, warga justru menemukan Doni, cucu Kartinah, tengah tiduran.

"Yang ada di dalam rumah itu Doni. Dia sedang tiduran," kata Sudarno.

Saat ditanya mengenai keberadaan neneknya, Doni mengaku tidak mengetahui.

"Saya tanya, 'Nenekmu di mana?' Dia bilang tidak tahu," ujar Sudarno.

Bahkan, menurutnya, Doni meminta warga mencari sendiri keberadaan Kartinah.

Di tengah upaya pencarian itu, warga dikejutkan dengan penemuan seorang perempuan muda dalam kondisi mengenaskan di dalam rumah dengan kondisi leher berdarah. 

Ia mengaku tidak mengenali identitas perempuan tersebut.

"Saya tidak tahu siapa. Mungkin pacarnya atau siapanya Doni, saya tidak mengerti. Yang jelas, bukan penghuni rumah ini," ujarnya.

Menurut perkiraannya, usia perempuan tersebut tidak jauh berbeda darti Doni, yang diperkirakan berusia sekitar 24 tahun.

Meski berada di lokasi, Sudarno mengaku tidak melihat secara detail kondisi korban perempuan karena merasa tidak tega.

"Saya tidak tega melihat orang seperti itu," katanya.

Kecurigaan warga semakin menguat setelah Doni terus mengaku tidak mengetahui keberadaan Kartinah.

"Saya tanya lagi, 'Nenekmu ke mana?' Dia tetap bilang tidak tahu," katanya. 

Warga kemudian mengingatkan Doni bahwa dirinya dapat menjadi saksi penting dalam peristiwa tersebut.

"Saya bilang, 'Kamu nanti jadi saksi utama kalau ada apa-apa'," ujarnya.

Namun tidak lama kemudian, Doni justru berusaha meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

"Motor sudah dibawa keluar," kata Sudarno.

Melihat hal itu, ia sempat meminta warga mencabut kunci kontak kendaraan Doni agar tidak melarikan diri.

Sayang, upaya tersebut tidak berhasil.

Menurut Sudarno, Doni langsung tancap gas melarikan diri dari lokasi kejadian.

"Dia langsung tancap gas menggunakan motor besar. Sampai menabrak pasangan suami istri yang ada di depan pintu rumah, lalu kabur ke arah timur," katanya.

Setelah Doni melarikan diri, warga memutuskan melapor kepada pihak kepolisian.

Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur

Saat polisi dan warga berada di lokasi, keberadaan Kartinah masih belum diketahui.

Pencarian terus dilakukan hingga akhirnya seorang warga melihat sesuatu yang mencurigakan di area sumur.

"Ada yang melihat seperti kaki nongol dari sumur," katanya. 

Baca juga: BREAKING NEWS, Penemuan Dua Mayat di Patikraja Banyumas Diduga Korban Pembunuhan

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan proses evakuasi.

Sosok tersebut ternyata Kartinah yang telah meninggal dunia.

Sudarno menuturkan, selama ini, Kartinah tinggal seorang diri di rumah tersebut.

"Biasanya yang tinggal di rumah itu hanya Bu Kartinah. Sudah tua, sekitar 80 tahun lebih," katanya.

Sementara Doni, diketahui tidak menetap di rumah neneknya.

Sudarno menyebut, Doni telah memiliki istri yang tinggal di Kedungrandu.

"Kalau keluarganya tinggal di Kedungrandu. Kalau perempuan yang ditemukan itu, saya tidak tahu siapa," katanya.

Dalam keterangannya, ia juga menuturkan, Doni pernah tersangkut kasus hukum dan menjalani hukuman penjara.

"Katanya, dulu pernah dipenjara karena memukul seseorang yang berhubungan dengan istrinya," ujarnya.

Saat ini, keberadaan Doni masih belum diketahui. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.