Realisasi Tanam Padi di Kabupaten Lamongan Capai 84 Ribu Hektare
Titis Jati Permata June 12, 2026 06:32 PM

 

SURYA.co.id, LAMONGAN - Memasuki Musim Tanam (MT) II tahun 2026, luas tanam padi di Kabupaten Lamongan terus menunjukkan perkembangan signifikan. 

Hingga pertengahan Juni ini, realisasi tanam padi MT II telahoopp) mencapai sekitar 84 ribu hektare dari target keseluruhan sebesar 95,5 ribu hektare.

Sisa area tanam yang belum tergarap mayoritas berada di kawasan Bengawan Jero, khususnya lahan tambak yang hingga kini masih tergenang air.

Debit Bengawan Jero Masih Tinggi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Mugito, mengatakan tingginya debit air di kawasan Bengawan Jero membuat ribuan hektare lahan belum dapat ditanami padi.

“Air di Bengawan Jero memang masih tinggi, meski sekarang mulai surut. Ada sekitar 18 ribu hektare lahan tambak yang belum bisa ditanami karena masih menunggu kondisi air benar-benar ideal,” kata Mugito kepada SURYA.co.id, Jumat (12/6/2026).

Baca juga: Perbaikan Jalan Rusak di Bengawan Jero Lamongan Pasca Banjir Segera Dimulai

Menurutnya, saat ini baru sebagian kecil lahan tambak yang sudah dapat ditanami padi, terutama wilayah yang berada dalam radius sekitar dua kilometer dari utara jalur jalan nasional.

Pola Tanam Bertahap

Mugito menjelaskan pola tanam MT II di Lamongan berlangsung secara bertahap, dimulai dari wilayah selatan hingga bergeser ke kawasan Bengawan Jero yang didominasi lahan tambak.

“Tanam padi dilakukan setelah masa panen ikan selesai,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah kecamatan di wilayah selatan Lamongan menjadi daerah yang lebih awal memasuki MT II. 

Di antaranya Kecamatan Bluluk, Ngimbang, Sambeng, Kedungpring, Tikung, Sarirejo, dan Sukorame.

Bahkan, beberapa wilayah tersebut kini sudah memasuki masa panen lebih awal.

“Sebagian bahkan sudah ada yang panen lebih dulu,” katanya.

Beralih Komoditas Palawija

Usai panen padi, sebagian petani mulai beralih menanam komoditas palawija. 

Ada yang menanam kedelai, kangkung darat, hingga mulai merambah budidaya tembakau.

Fenomena peralihan tanaman itu banyak ditemukan di wilayah selatan Lamongan yang kondisi lahannya dinilai lebih memungkinkan untuk tanaman alternatif saat memasuki musim kemarau.

Meski masih ada ribuan hektare lahan tambak yang belum tergarap, Dinas Pertanian Lamongan tetap optimistis target luas tanam padi MT II tahun ini dapat tercapai seiring terus surutnya genangan air di kawasan Bengawan Jero.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.