Terungkap Alasan Pelaku Kabur Usai Tabrak Pengendara di Tarakan, Tidak Pakai Miras dan Narkoba
Junisah June 12, 2026 05:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Polres Tarakan mulai mengungkap sejumlah fakta baru kasus kecelakaan lalu lintas beruntun yang diduga disertai aksi tabrak lari di lokasi berbeda Tarakan, Kalimantan Utara 

Dari hasil pendalaman sementara, pengemudi mobil Toyota Avanza yang menjadi terduga pelaku disebut melarikan diri karena panik setelah terlibat tabrak lari pertama.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin S Manik melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Tarakan, Ipda Edi Saputra mengatakan, hingga saat ini terduga pelaku masih menjalani perawatan medis di RSUD Tarakan sehingga penyidik belum dapat melakukan pemeriksaan secara maksimal.

"Untuk kondisi pelaku yang melakukan tabrak lari saat ini sedang di RSUD, masih menjalani perawatan lanjutan karena mengalami luka atas kejadian yang ada di Sebengkok dan masih menunggu keluarga yang bersangkutan untuk tindak lanjut proses penanganan kecelakaan," kata Ipda Edi Saputra.

Menurutnya, luka yang dialami pelaku diduga terjadi saat mobil yang dikendarainya mengalami benturan keras pada akhir rangkaian kecelakaan lalu lintas.

Diketahui, mobil Toyota Avanza yang dikemudikan pelaku akhirnya berhenti setelah menabrak tiang penyangga kanopi sebuah toko di kawasan Sebengkok.

"Kalau pelaku saat ini mengalami luka di bagian kepala. Kemungkinan mengalami benturan saat mobil itu berhenti. Kan terakhir itu ada menabrak tiang penyangga kanopi Toko Cahaya Terang yang ada di Sebengkok," ujarnya.

Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Tabrak Lari di Tarakan, Diduga Mobil Hantam 4 Kendaraan di Lokasi Berbeda

Saat ini, polisi masih menunggu kondisi kesehatan pelaku membaik sebelum melanjutkan pemeriksaan lebih mendalam terkait rangkaian kecelakaan yang terjadi.

Di tengah beredarnya berbagai spekulasi di masyarakat, Satlantas Polres Tarakan memastikan tidak menemukan indikasi bahwa pengemudi berada di bawah pengaruh minuman keras maupun narkotika saat kejadian berlangsung.

Ipda Edi menegaskan, berdasarkan informasi dan hasil pendalaman sementara, pelaku dalam kondisi normal ketika mengemudikan kendaraan tersebut.

"Untuk konsumsi narkoba tidak ada. Pelaku saat ini dalam kondisi normal, hanya saja setelah terjadi kecelakaan sempat diamankan warga yang berada di sekitar lokasi," katanya.

Polisi menyebut alasan utama pengemudi meninggalkan lokasi kecelakaan pertama diduga karena panik setelah mengetahui kendaraan yang dikemudikannya menabrak pengendara lain.

"Ya," jawab Ipda Edi saat ditanya apakah pelaku melarikan diri karena panik.

Ia menjelaskan, rangkaian kejadian bermula dari kecelakaan pertama yang terjadi di kawasan depan Hotel Segiri, Jalan Gajah Mada, Tarakan Barat.

Menurut hasil penyelidikan awal, kendaraan yang dikemudikan pelaku bersenggolan dengan sepeda motor hingga menyebabkan pengendara terjatuh.

Namun setelah melihat korban terjatuh, pengemudi tidak berhenti untuk memberikan pertolongan maupun mempertanggungjawabkan kejadian tersebut.

 

"Kecelakaan yang pertama di depan Hotel Segiri, kemudian pelaku panik dan mencoba melarikan diri karena dia dikejar oleh kendaraan motor sambil meneriaki," ungkapnya.

"Kejadiannya cepat, nyenggol kendaraan roda dua kemudian dia memastikan kendaraan itu sudah terjatuh, kemudian dia meninggalkan orang tersebut," lanjut Ipda Edi.

Aksi meninggalkan lokasi itulah yang kemudian diduga memicu rangkaian kecelakaan berikutnya di sejumlah titik berbeda di Kota Tarakan hingga akhirnya kendaraan berhenti di kawasan Sebengkok.

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi juga telah mengidentifikasi status kendaraan yang digunakan pelaku saat kejadian berlangsung.

Mobil Toyota Avanza bernomor polisi KU 1224 GD yang terlibat dalam peristiwa tersebut diketahui bukan milik pribadi pelaku.

"Ya, saat ini sudah kami dapat informasi bahwa pemilik kendaraan tersebut ada di daerah Juata," katanya.

Ipda Edi mengungkapkan kendaraan tersebut merupakan mobil rental yang baru digunakan pelaku dalam waktu singkat sebelum kecelakaan terjadi.

"Itu rental ya. Dia baru coba rental satu hari. Dia mengendarai sendiri," ujarnya.

Selain mengungkap status kendaraan, polisi juga mulai memperoleh informasi mengenai identitas pengemudi.

Terduga pelaku diketahui merupakan warga Kota Tarakan yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan pemancing di kapal.

"Untuk pelaku yang mengendarai mobil, kerjanya sebagai pemancing di laut, pemancing kapal," kata Ipda Edi.

Saat ditanya apakah pelaku memiliki pekerjaan lain, ia memastikan yang bersangkutan bekerja sebagai pemancing.

"Dia melaut, tidak ada pekerjaan lain," ujarnya.

Polisi juga memastikan bahwa pelaku merupakan warga Kota Tarakan.

"Warga Tarakan," tegasnya.

PENGEJARAN - Tangkapan layar aksi kejar-kejaran diduga karena tabrak lari di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (11/6/2026) malam. Aksi ini terhenti usai terduga pelaku menabrak tiang ruko Kelurahan Sebengkok. DOKUMENTASI ISTIMEWA
PENGEJARAN - Tangkapan layar aksi kejar-kejaran diduga karena tabrak lari di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (11/6/2026) malam. Aksi ini terhenti usai terduga pelaku menabrak tiang ruko Kelurahan Sebengkok. DOKUMENTASI ISTIMEWA (ISTIMEWA)

Sementara itu, terkait jumlah korban yang telah melapor, hingga saat ini baru satu korban yang secara resmi membuat laporan kepada pihak kepolisian.

Padahal berdasarkan hasil penyelidikan sebelumnya, kendaraan tersebut diduga terlibat dalam beberapa kecelakaan di lokasi berbeda.

"Yang sudah melaporkan diri baru satu," kata Ipda Edi.

Satlantas Polres Tarakan masih membuka kesempatan bagi korban lain yang merasa terlibat dalam rangkaian kecelakaan tersebut untuk segera melapor.

Laporan dari para korban dinilai penting untuk melengkapi proses penyelidikan sekaligus memperjelas jumlah korban maupun kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.

Saat ini penyidik masih terus mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan alat bukti serta menunggu kondisi pelaku membaik agar dapat dimintai keterangan lebih lanjut terkait peristiwa yang menghebohkan warga Tarakan tersebut.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.