BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung akan memfasilitasi pertemuan lanjutan antara masyarakat dan perusahaan setelah tercapainya kesepakatan pembukaan kembali akses jalan di kawasan pembangunan pabrik CPO di Desa Nangka, Kecamatan Airgegas.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencari solusi jangka panjang atas persoalan yang sempat memicu keluhan warga. Dialog menjadi kunci utama agar investasi dan kepentingan masyarakat dapat berjalan beriringan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, mengatakan pemerintah daerah bersama DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan DPRD Kabupaten Bangka Selatan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan.
Kunjungan itu dilakukan guna memastikan perkembangan terbaru terkait polemik akses jalan yang berada di sekitar rencana pembangunan pabrik CPO. Dari hasil peninjauan tersebut, kedua belah pihak dinilai mulai menemukan titik temu.
“Bersama DPRD Provinsi dan anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan, kami sama-sama turun ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan terkait rencana pembangunan pabrik CPO di Desa Nangka,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (12/6/2026).
Menurut dia, perusahaan telah menyatakan kesediaannya untuk membuka kembali akses jalan yang sebelumnya digunakan masyarakat sebagai jalur utama menuju kebun.
Keputusan tersebut menjadi langkah awal dalam meredakan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Pemerintah daerah selanjutnya akan mengawal tindak lanjut dari kesepakatan tersebut melalui forum bersama seluruh pihak terkait.
Pemerintah daerah berencana menggelar rapat lanjutan yang melibatkan masyarakat dan pihak perusahaan. Pertemuan tersebut akan difokuskan pada pembahasan solusi jangka panjang agar persoalan serupa tidak kembali muncul di masa mendatang. Pemerintah berharap seluruh pihak dapat menyampaikan pandangan dan kepentingannya secara terbuka dalam forum tersebut.
“Mungkin setelah ini kami akan rapat, akan bahas bersama kedua belah pihak untuk membahas bagaimana solusi terbaik ke depan,” jelas Hefi Nuranda.
Ia menegaskan pembahasan lanjutan akan segera dilakukan setelah peninjauan lapangan selesai. Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin persoalan berlarut-larut dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas. Karena itu, komunikasi antara masyarakat dan perusahaan akan terus difasilitasi hingga tercapai kesepakatan yang dapat diterima semua pihak.
Adapun inti persoalan yang terjadi selama ini terletak pada komunikasi antara para pihak yang belum berjalan optimal. Karena itu, pemerintah daerah mendorong perusahaan, pemerintah desa, dan perwakilan masyarakat untuk duduk bersama dalam mencari jalan keluar. Kesepahaman yang dibangun melalui dialog dinilai akan mempermudah proses penyelesaian berbagai persoalan yang muncul.
“Jadi sebenarnya intinya komunikasi, bagaimana baik dari pihak perusahaan maupun pihak desa dan perwakilan masyarakat duduk sama-sama,” ucapnya.
Pemkab Bangka Selatan menegaskan tidak menolak kehadiran investasi yang masuk ke daerah. Namun, setiap kegiatan investasi harus berjalan sesuai aturan dan regulasi yang berlaku serta memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar. Pemerintah daerah berharap keseimbangan antara investasi dan kepentingan warga dapat terus dijaga.
Selain itu, Hefi menilai sosialisasi yang baik kepada masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran investasi. Menurutnya, setiap rencana kegiatan perusahaan perlu dikomunikasikan secara terbuka kepada pihak-pihak yang terdampak. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat dapat memahami tujuan investasi dan perusahaan pun dapat menjalankan usahanya dengan lebih aman dan nyaman.
“Yang terpenting adalah bagaimana mengkomunikasikannya dan sosialisasi dengan sebaik mungkin kepada pihak-pihak terkait, terkhusus masyarakat,” katanya.
Pemkab Bangka Selatan menyambut positif meningkatnya minat investor untuk menanamkan modal di daerah tersebut. Kehadiran investasi dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat.
“Satu sisi kita bersyukur banyak investor masuk, harapannya perekonomian Bangka Selatan makin tumbuh dan berkembang ke depannya,” pungkas Hefi Nuranda. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)