Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, mulai merasakan dampak perlambatan ekonomi dalam tiga hingga empat bulan terakhir. Kondisi ini ditandai dengan menurunnya perputaran uang di masyarakat yang turut memengaruhi sejumlah sektor usaha.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampaknya adalah Willy Nanga, pengusaha jasa penggilingan yang telah puluhan tahun menjalankan usahanya di kawasan Terminal Kota Bajawa.
Menurutnya, meski kondisi ekonomi melemah, usahanya masih relatif stabil karena bergerak di sektor jasa yang berkaitan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat.
“Kalau menurut saya, kami masih biasa-biasa saja. Walaupun ada yang bilang ekonomi sedang sulit, kami tetap melayani jasa giling kopi dan bumbu. Budaya masyarakat Ngada untuk minum kopi dan mengadakan pesta masih ada, sehingga tetap membutuhkan jasa kami,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Puncak Musim Kemarau di NTT Terjadi di Juli- September, Masyarakat Diminta Siap Hadapi El Nino
Meski demikian, Willy mengakui adanya penurunan aktivitas usaha, terutama saat momentum Komuni Suci Pertama yang biasanya menjadi masa ramai bagi jasa penggilingan.
Tahun ini, banyak keluarga memilih menggelar pesta sederhana atau bahkan tidak mengadakan acara karena keterbatasan ekonomi.
Ia menambahkan, kondisi tersebut berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya ketika aktivitas jasa giling meningkat hingga larut malam menjelang perayaan.
“Sekitar delapan tahun lalu, menjelang sambut baru sampai malam masih banyak orang datang giling daging dan bumbu. Tapi tahun ini dampaknya cukup terasa,” katanya.
Menurut Willy, penurunan perputaran uang di masyarakat menjadi salah satu faktor utama melemahnya aktivitas ekonomi dalam beberapa bulan terakhir di Bajawa.
Meski demikian, ia tetap optimistis usahanya akan bertahan karena kebutuhan jasa tersebut masih ada setiap hari. “Saya anggap usaha ini seperti oase, mata air di padang pasir yang terus mengalir,” tutupnya. (Cha)