BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Penyesuaian harga kain tenun pagatan kini mulai dilakukan oleh para perajin kain khas asal Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Hal ini terjadi setelah imbas kenaikan harga BBM.
Salah satu perajin kain tenun Pagatan, Abdul Aziz, menyampaikan bahwa ia terpaksa menyesuaikan harga jual kain tenun di tempatnya.
Langkah ini diambil untuk menutupi ongkos kirim bahan baku yang naik akibat dampak dari kenaikan harga BBM saat ini.
“Kita ada penyesuaian harga juga, karena ongkos kirim yang juga ikut naik,” katanya kepada Banjarmasin Post, Jumat (12/6/2026).
Dia mengungkapkan bahwa penyesuaian yang dimaksud adalah dari segi pembelian eceran. Jika membeli satuan, harganya akan lebih mahal Rp10 ribu sampai Rp20 ribu, tergantung pada jenis kain dan motifnya.
Baca juga: Lokasi Nonbar Piala Dunia 2026 di Banjarmasin, Ada di Polresta Hingga Jajaran Polsek
Baca juga: SDN Teluk Tiram 1 Banjarmasin Kerap Disatroni Maling, Aktivitas Menyimpang Ganggu Proses Belajar
Sementara jika pembelian lebih banyak, maka ia bisa memberikan harga lebih murah atau harga normal seperti biasa.
Kenaikan harga jual tersebut sengaja diterapkan untuk menutupi biaya pengiriman bahan baku yang juga melonjak di angka Rp10 ribu sampai Rp20 ribu.
Aziz menambahkan, beberapa bahan baku seperti benang dan pewarna khusus memang harus didatangkan langsung dari Pulau Jawa, sehingga ada ongkos pengiriman ini.
Terkait penjual kain tenun Pagatan, ia mengungkapkan masih dalam tahapan normal.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin)