BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax sejak Rabu (10/6/2026) tengah malam mulai berdampak.
Dari pantauan di SPBU Bitahan di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan Jumat (12/6/2026), tampak antrean kendaraan roda empat memadati jalur pengisian Pertalite.
Sementara di jalur Pertamax terlihat lebih lengang dibanding hari-hari sebelumnya.
Beberapa mobil terlihat mengantre untuk mendapatkan Pertalite.
Kondisi tersebut berbeda dengan dispenser Pertamax yang relatif sepi.
Pengawas SPBU Bitahan, Zainuddin, mengatakan terjadi peningkatan jumlah konsumen yang membeli Pertalite setelah adanya penyesuaian harga Pertamax.
Baca juga: SDN Teluk Tiram 1 Banjarmasin Kerap Disatroni Maling, Aktivitas Menyimpang Ganggu Proses Belajar
Baca juga: Lokasi Nonbar Piala Dunia 2026 di Banjarmasin, Ada di Polresta Hingga Polsek Banjarmasin Tengah
“Setelah ada kenaikan harga produk Pertamax per 10 Juni tengah malam, konsumen banyak beralih ke Pertalite.
Dari sisi harga mungkin lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, perpindahan konsumen tersebut membuat antrean di jalur Pertalite lebih padat, terutama kendaraan roda empat dan roda dua.
Meski terjadi lonjakan permintaan, penyaluran BBM subsidi jenis Biosolar disebut masih berjalan normal.
“Kalau Biosolar aman, penyalurannya seperti biasa. Untuk Pertalite memang sekarang lebih cepat habis dibanding sebelumnya,” katanya.
Zainuddin menjelaskan, pasokan Pertalite di SPBU tetap menyesuaikan distribusi dari pihak penyalur.
“Untuk suplai kami tergantung distribusi yang dibagi. Setiap hari ada pengiriman sesuai kuota yang ditentukan,” tambahnya.
Dia menyebut saat ini stok Pertalite umumnya masih dapat melayani konsumen hingga malam hari sebelum kembali menerima pasokan berikutnya.
Sementara itu, untuk produk Pertamax, kondisi penjualan cenderung lebih sepi pasca kenaikan harga.
Pantauan di lokasi SPBU yang lainnya juga menunjukkan aktivitas pengisian tetap berjalan normal meski sempat terjadi antrean kendaraan di jam-jam tertentu.
Di wilayah Kota Rantau, ada tiga SPBU, dua SPBU milik swasta di Jalan Haji Isbat, Kelurahan Kupang dan Jalan Bypass Rantau, Kelurahan Bungur.
Adapun SPBU di Kelurahan Bitahan merupakan milik Pertamina yang tak hanya melayani BBM, juga gas elpiji dan pengisian tekanan ban.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)