ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Suasana Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas mendadak berubah hening setelah Lian Lip (64), korban kecelakaan tunggal di Jalan MH Thamrin, Desa Tarempa Barat Daya, Kecamatan Siantan, dinyatakan meninggal dunia, Jumat (12/6/2026).
Lian Lip merupakan warga Tarempa Barat yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja serabutan, sekaligus mengelola kebun di kawasan Harung Hijau, Desa Tiangau.
Pria lanjut usia (lansia) itu sebelumnya mengalami kecelakaan saat menumpangi sepeda motor Yamaha Jupiter MC bersama rekannya, Amri (46), usai memanen buah-buahan dari sebuah kebun milik pengusaha lokal.
Pantauan TRIBUNBATAM.id di RSUD Tarempa, suasana duka begitu terasa di ruang UGD. Sejumlah kerabat dan anggota keluarga korban tampak berkumpul sambil menunggu kabar dari tim medis.
Di antara mereka, anak perempuan korban terlihat beberapa kali keluar masuk ruangan perawatan. Raut wajahnya murung dan matanya sembab menahan tangis setelah menerima kabar sang ayah meninggal dunia.
Dengan masih mengenakan baju kurung Melayu, perempuan itu berjalan perlahan di lorong rumah sakit. Sesekali ia terdiam menatap lantai, seolah masih berusaha menerima kenyataan bahwa orang yang dicintainya telah pergi untuk selamanya.
Kerabat korban, Dayat, mengatakan pihak keluarga menerima kabar duka tersebut setelah tim medis menyatakan kondisi korban tidak dapat lagi diselamatkan.
"Tim medis minta maaf tadi sama pihak keluarga, karena sudah tidak bisa membantu lagi. Bang Lip menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 14.10 WIB," ujar Dayat.
Menurut Dayat, berdasarkan penjelasan dokter, korban mengalami cedera berat pada bagian kepala dan dada akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.
Ia menjelaskan, korban diduga sempat melompat dari sepeda motor yang mengalami masalah saat melaju di jalan menurun, sebelum akhirnya menghantam pohon pisang di pinggir jalan.
"Karena kejadian itu, almarhum loncat dari motor lalu terkena pohon pisang. Benturannya keras. Luka dalam dan pendarahan," ucapnya.
Setibanya di RSUD Tarempa, tim medis langsung melakukan tindakan penyelamatan. Korban mendapat pertolongan darurat berupa pemasangan alat bantu pernapasan untuk menjaga suplai oksigen ke tubuh.
Selain itu, petugas medis juga melakukan tindakan resusitasi jantung paru atau CPR serta memberikan kejut listrik menggunakan alat defibrillator untuk mengembalikan denyut jantung korban yang sempat melemah.
Berbagai upaya tersebut dilakukan secara intensif oleh dokter dan perawat guna mempertahankan kondisi korban yang terus menurun akibat luka berat yang dideritanya.
"Namun Tuhan berkata lain. Kami mewakili keluarga ikhlas dengan musibah ini," kata Dayat.
Sementara itu, Humas RSUD Tarempa, Januardi, membenarkan adanya satu korban kecelakaan tunggal yang meninggal dunia setelah menjalani penanganan medis.
"Benar, tadi meninggal dunia satu orang atas nama Lian Lip. Dokter kami telah berusaha keras memberikan pertolongan pertama," kata Januardi.
Ia menambahkan, satu korban lainnya bernama Amri (46), warga Desa Tarempa Barat, hingga kini masih menjalani perawatan intensif karena mengalami kondisi kritis.
Korban dilaporkan mengalami luka serius di bagian kepala yang mengakibatkan perdarahan, serta diduga mengalami cedera dalam akibat benturan saat kecelakaan.
"Sampai saat ini masih berada dalam penanganan dokter. Untuk detailnya belum bisa disampaikan," ucap Januardi.
Diketahui, kedua korban mengalami kecelakaan tunggal setelah pulang dari memanen buah-buahan di sebuah kebun.
Kecelakaan diduga terjadi karena sepeda motor Yamaha Jupiter MX yang dikendarai Amri mengalami gangguan pada sistem pengereman sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan saat melintas di Jalan MH Thamrin, tepatnya di kawasan Kampung Flores, Desa Tarempa Barat Daya. (Tribunbatam.id/Ihsan Imaduddin)