BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG--Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami kerusakan di sejumlah kawasan kota.
Berdasarkan data Dishub Pangkalpinang, hingga akhir Desember 2025 tercatat sebanyak 515 titik lampu jalan mengalami kerusakan dan tersebar di berbagai wilayah.
Kerusakan terbanyak ditemukan di Kecamatan Bukit Intan dan Kecamatan Gerunggang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang, Efran, mengatakan saat ini terdapat 3.638 titik lampu jalan aktif yang tersebar di tujuh kecamatan.
Ribuan lampu tersebut terdiri dari lampu LED dan lampu mercury atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai lampu sonte.
"Dari total lampu yang tersedia, sebanyak 515 titik mengalami kerusakan. Terdiri dari 426 lampu mercury dan 89 lampu LED," kata Efran kepada Bangkapos.com, Jumat (12/6/2026).
Menurut Efran, persoalan kerusakan lampu jalan bersifat dinamis karena dapat terjadi kapan saja akibat faktor usia perangkat, cuaca, hingga gangguan teknis lainnya.
Karena itu, Dishub terus melakukan pemutakhiran data secara berkala agar laporan kerusakan yang masuk dapat segera ditindaklanjuti.
"Kerusakan lampu bisa terjadi sewaktu-waktu dan tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, pembaruan data harus dilakukan secara rutin, baik harian, mingguan maupun bulanan," ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dishub Pangkalpinang saat ini menjalankan program pemeliharaan rutin dan penggantian lampu yang rusak secara bertahap.
Selain mengganti lampu yang mati, pemerintah juga terus melakukan konversi lampu mercury ke lampu LED yang dinilai lebih hemat energi, memiliki usia pakai lebih panjang, serta menghasilkan pencahayaan yang lebih baik.
"Kami terus melakukan perbaikan dan penggantian lampu secara bertahap. Sejak tahun 2022 hingga 2025 sudah ada 216 titik lampu mercury yang diganti menjadi LED," jelas Efran.
Menurutnya, penggunaan lampu LED menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas penerangan jalan sekaligus menekan biaya operasional listrik dalam jangka panjang.
Selain fokus memperbaiki lampu yang rusak, Pemkot Pangkalpinang juga berencana menambah titik lampu jalan baru di sejumlah ruas jalan utama yang dinilai masih minim penerangan.
Penambahan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta usulan yang masuk melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun pokok-pokok pikiran anggota DPRD.
"Ke depan akan ada penambahan lampu jalan baru, terutama di ruas-ruas jalan utama yang masih membutuhkan penerangan. Penentuan lokasinya berdasarkan usulan masyarakat dan mempertimbangkan skala prioritas," katanya.
Baca juga: Hati Sedang Tidak Baik-baik Saja, Ini Doa Rasulullah agar Galau, Cemas dan Pikiran Berat Cepat Reda
Baca juga: Profil Fajar Ramadhon, Pengusaha Surabaya Laporkan Vicky Prasetyo atas Dugaan Penipuan Rp213 Juta
Efran menjelaskan, keberadaan lampu jalan memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan pengguna jalan, mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, serta meningkatkan keamanan lingkungan pada malam hari.
Namun di tengah upaya perbaikan yang terus dilakukan, Dishub masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Salah satu yang paling sering terjadi adalah aksi pencurian kabel dan panel listrik lampu jalan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kasus tersebut kerap menyebabkan lampu padam meski sebelumnya telah diperbaiki.
"Masih sering terjadi pencurian kabel maupun panel lampu jalan. Ini menjadi salah satu kendala yang cukup mengganggu pelayanan karena berdampak langsung terhadap operasional penerangan jalan," ungkapnya.
Akibat tindakan tersebut, pemerintah harus mengalokasikan kembali anggaran untuk mengganti komponen yang hilang, sehingga proses perbaikan di lokasi lain ikut terdampak.
Karena itu, Dishub mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun menggunakan anggaran negara.
Partisipasi masyarakat dinilai penting agar fasilitas penerangan jalan dapat berfungsi maksimal dan memberikan manfaat bagi seluruh warga Kota Pangkalpinang.
"Kami berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas lampu jalan yang ada. Jika melihat adanya tindakan vandalisme atau pencurian, segera laporkan kepada pihak berwenang," ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat bersabar apabila masih terdapat lampu jalan yang belum sempat diperbaiki karena proses pengadaan material, pemasangan, hingga kebutuhan anggaran memerlukan waktu.
"Kami terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap. Mohon kesabaran masyarakat karena pekerjaan ini membutuhkan waktu dan dukungan anggaran yang tidak sedikit," pungkas Efran.
Dengan perbaikan yang terus dilakukan dan rencana penambahan titik lampu baru, Pemkot Pangkalpinang berharap kualitas penerangan jalan di seluruh wilayah kota dapat semakin baik sehingga mendukung keamanan, kenyamanan, dan aktivitas masyarakat pada malam hari.(*)
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)