TPAAF 2026 Gresik Bergulir, 16 Tim Futsal SMA/SMK Berebut Kesempatan Emas ke Spanyol
Ode Alfin Risanto June 12, 2026 08:52 PM

GRESIK,TRIBUNAMBON.COM -  Atmosfer persaingan panas dipastikan mewarnai Ajang Turnamen Tribun Putih Abu-Abu Futsal (TPAAF) 2026 Series I Gresik yang berlangsung pada 12–18 Juni 2026. 

Sebanyak 16 tim futsal SMA/SMK siap bertarung memperebutkan gelar juara sekaligus mengejar kesempatan langka menembus panggung nasional hingga internasional.

Turnamen yang mendapat dukungan PT Freeport Indonesia (PTFI), JIIPE, Biznet, Wilmar, Cargill, dan Specs ini disambut antusias oleh sekolah-sekolah peserta. Selain menjadi ajang kompetisi bergengsi, TPAAF 2026 juga membuka peluang bagi pemain terbaik untuk melaju ke tingkat nasional hingga mendapatkan kesempatan mengikuti program pembinaan futsal di Spanyol.

Pembukaan turnamen dijadwalkan dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak pada Jumat (12/6/2026).

Baca juga: Fans Kian Solid, Hooligans Ambon Chapter Optimistis The Three Lions Juara Dunia 2026

Baca juga: ‎Besaran Upah Guru dan Tendik PPPK PW di Malteng tak Menentu? ini Penjelasan Disdikbud

AFK Gresik: Wadah Pembinaan dan Pencarian Talenta Muda

Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Gresik, Firman Rengga Saputra, mengapresiasi penyelenggaraan TPAAF 2026.

Menurutnya, turnamen ini menjadi sarana penting bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka jalan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

“Turnamen seperti ini sangat dibutuhkan untuk memberikan ruang kompetisi bagi pemain-pemain muda agar kemampuan mereka terus berkembang,” ujar Rengga, Kamis (11/6/2026).

Ia menilai kompetisi antarpelajar memiliki peran strategis dalam menjaring bibit-bibit atlet futsal potensial yang dapat mengharumkan nama Gresik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, pemain terbaik dari Gresik akan berkesempatan mengikuti seleksi tingkat nasional. Sementara peserta yang lolos seleksi nasional berpeluang mengikuti program pembinaan dan pengalaman futsal internasional di Spanyol.

“Kesempatan ini tentu menjadi motivasi besar bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka selama turnamen berlangsung,” tambahnya.

Rengga berharap TPAAF 2026 mampu melahirkan talenta-talenta baru dari Kabupaten Gresik yang siap bersaing di level nasional hingga internasional.

Bupati Gresik Dukung Penuh

Dukungan juga datang dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani). Ia menilai TPAAF 2026 menjadi kesempatan emas bagi pelajar Gresik untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang menuju kompetisi nasional dan Eropa.

“Ini menjadi kesempatan besar bagi pelajar SMA/SMK di Gresik untuk mengikuti kompetisi futsal yang tidak hanya bergengsi, tetapi juga membuka peluang belajar dan berkompetisi hingga ke Eropa,” ujar Gus Yani.

Ia berharap turnamen tersebut dapat melahirkan atlet-atlet futsal masa depan dari Gresik yang mampu menembus level internasional.

“Kami memiliki harapan besar ada atlet-atlet futsal dari Kabupaten Gresik yang bisa menimba ilmu dan pengalaman di Eropa,” katanya.

Peserta Sambut Antusias

TPAAF 2026 mendapat sambutan positif dari sekolah-sekolah peserta. Salah satunya SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA) yang menilai turnamen ini sebagai wadah strategis untuk mengembangkan bakat dan prestasi siswa di bidang olahraga.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAMDELA, Ahmad Rizal Azdka, mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi tersebut dan berharap tim futsal sekolahnya mampu meraih hasil terbaik.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan tim futsal SMAMDELA dapat meraih prestasi sebagai juara,” ujarnya.

Menurut Rizal, sekolah telah lama mengembangkan program kelas olahraga yang tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, sportivitas, serta mental bertanding. Pembinaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pendampingan psikologis agar siswa mampu mengontrol emosi dan menjaga mental saat bertanding.

Antusiasme serupa juga ditunjukkan SMK Assa’adah Gresik. Kepala sekolah, Dra. Sumiati, menilai kompetisi ini menjadi wadah positif bagi siswa untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga.

“Kami sangat senang dengan adanya kompetisi futsal seperti ini karena memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat mereka ke arah yang positif,” ujarnya.

Menurut Sumiati, futsal merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang paling diminati siswa. Melalui olahraga, siswa tidak hanya mengasah kemampuan bermain, tetapi juga belajar tentang disiplin, kepercayaan diri, kerja sama tim, dan sportivitas.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama mengikuti kompetisi bukan semata-mata mengejar kemenangan, melainkan membentuk karakter dan pengalaman bertanding yang positif bagi para siswa.

Dengan dukungan pemerintah daerah, asosiasi futsal, serta antusiasme sekolah peserta, TPAAF 2026 Series I Gresik diharapkan menjadi ajang lahirnya talenta-talenta futsal muda yang mampu membawa nama daerah hingga ke tingkat nasional dan internasional.(*)

( Surya/Tribun Jatim/Willy Abraham/Kanurika)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.