Laporan Wartawan TribunJatim.com, danendra Kusuma
TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Motif di balik aksi pembacokan terhadap seorang perempuan muda di Kabupaten Nganjuk hingga kini masih menjadi misteri. Namun sejumlah fakta yang mulai terungkap mengindikasikan bahwa pelaku tidak melakukan aksinya secara acak terhadap korban.
Dugaan tersebut menguat karena pelaku tidak membawa kabur barang berharga milik korban, termasuk sepeda motor yang masih berada di lokasi kejadian setelah peristiwa berdarah itu terjadi. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa aksi pelaku memiliki motif tertentu yang lebih personal.
Selain itu, informasi yang berkembang di lingkungan tempat tinggal korban menyebutkan bahwa pelaku dan korban ternyata sudah saling mengenal. Hubungan tersebut diduga terjalin melalui lingkungan pergaulan keluarga korban.
Fakta tersebut menjadi salah satu petunjuk penting yang kini menjadi perhatian dalam upaya mengungkap latar belakang dan motif pelaku melakukan aksi kekerasan tersebut.
Hingga saat ini, aparat penegak hukum masih terus mendalami berbagai keterangan saksi dan informasi yang berkembang untuk mengungkap secara pasti penyebab terjadinya pembacokan tersebut.
Baca juga: Misteri Penganiayaan di Tanjunganom Nganjuk, Dela Dibacok di Jalan Sawah, Motor Honda Beat Utuh
Kepala Desa Sonobekel, Sentot Rudi Prasetiono, mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku dan korban telah saling mengenal sebelum kejadian berlangsung.
Bahkan, menurutnya, keluarga korban juga mengetahui sosok pelaku karena yang bersangkutan beberapa kali datang ke rumah korban.
"Pelaku dan korban ini informasinya sudah saling kenal," katanya, Jumat (12/6/2026).
Sentot menjelaskan, hubungan tersebut terjalin karena pelaku memiliki kedekatan dengan salah satu anggota keluarga korban.
Pelaku diketahui merupakan teman dekat sepupu korban dan kerap berinteraksi dalam lingkungan pergaulan yang sama.
"Pelaku dan sepupu korban merupakan teman nongkrong," ungkapnya.
Lebih lanjut, Sentot menyebut korban diketahui sempat keluar rumah untuk mengantar seorang teman perempuan sebelum peristiwa pembacokan terjadi.
Saat kejadian berlangsung, suami korban diketahui sedang bekerja dan belum berada di rumah.
Korban sendiri diketahui belum lama melangsungkan pernikahan.
"Suami korban biasanya pulang kerja sekitar pukul 19.00 sampai 20.00 WIB," terangnya.
Meski sejumlah fakta mengenai hubungan antara pelaku dan korban mulai terungkap, motif di balik aksi pembacokan tersebut masih belum diketahui secara pasti.
Tidak adanya barang berharga yang hilang dari lokasi kejadian menjadi salah satu alasan mengapa kasus ini diduga tidak berkaitan dengan tindak pencurian atau perampokan.
Sepeda motor korban juga ditemukan masih berada di lokasi sehingga memperkuat dugaan bahwa pelaku memiliki tujuan lain saat melakukan aksinya.
Aparat kepolisian hingga kini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif sebenarnya, termasuk menelusuri hubungan pelaku dengan korban maupun keluarga korban.
Perkembangan hasil penyelidikan selanjutnya diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai latar belakang terjadinya peristiwa tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, peristawa berdarah ini berlangsung pada Kamis (11/6/2026) sekira pukul 19.30 WIB.
Kini, pelaku telah diamankan polisi. Penangkapan dilakukan tim Satreskrim Polres Nganjuk, pagi tadi.
Pelaku diamankan di tempat persembunyiannya di Kabupaten Mojokerto.
Pelaku juga diduga hendak kabur dari kejaran polisi lebih jauh, yakni ke luar pulau.
Kepala Desa (Kades) Sonobekel Sentot Rudi Prasetiono, mengatakan korban merupakan warganya.
Berdasar informasi yang dihimpun, peristiwa berdarah ini berlangsung pada Kamis (11/6/2026) sekira pukul 19.30 WIB.
"Saya mendapat laporan warga mengenai kejadian itu sekitar sejam lebih setelahnya atau pukul 21.00 WIB. Mendapat laporan, saya langsung ke lokasi, hanya saja korban sudah dievakuasi ke rumah sakit," katanya, Jumat (12/6/2026). Usai kejadian, warga yang mendapati korban terluka gercep memberikan pertolongan.
Sentot menyebut, korban mengalami luka sayatan diduga akibat serangan benda tajam yang dilepaskan pelaku.
Luka itu berada di lengan kiri dan kepala korban.
"Kejadian ini sedang ditangani pihak kepolisian," sebut Sentot.
Dia mengungkapkan, pelaku yang tega melukai korban belum diketahui secara pasti.
Sentot juga tidak mau berspekulasi mengenai pelaku.
Di sisi lain, sepengetahuannya, tidak ada barang milik korban yang hilang. Motor korban, yakni Honda Beat teronggok di lokasi kejadian.
"Mengenai pelaku, kami tidak ingin berspekulasi apakah mengenal korban atau tidak. Yang mengungkap pelaku wewenang penuh kepolisian. Tetapi korban baru melangsungkan pernikahan," jelasnya.
Ia membeberkan, sebelum kejadian, beberapa warga sempat melihat sekilas dua motor melintas menuju arah tempat kejadian.
Tak berlangsung lama, warga mendengar pekikan minta tolong.
Mendengar itu, warga bergegas mendatangi sumber suara.
Rupanya, teriakan itu berasal dari korban yang sudah dalam kondisi berlumuran darah.
"Ada warga melihat dua sepeda motor menuju arah lokasi (kejadian)," tutupnya.