Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, membesuk para korban ledakan KMP Aceh Hebat 2 yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), Jumat (12/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Illiza didampingi Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, serta sejumlah pejabat terkait.
Ia menyempatkan diri mengunjungi ruang perawatan korban dan memberikan dukungan kepada para korban maupun keluarga yang mendampingi.
Baca juga: Propam Polresta Banda Aceh Sidak Dua Polsek, Begini Hasilnya
Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 15 korban dalam insiden tersebut yang terdiri atas 14 mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati dan satu anak buah kapal.
Seluruh korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh dan saat ini masih menjalani penanganan medis.
"Semoga seluruh korban lekas pulih dan bisa beraktivitas kembali," kata Illiza saat membesuk korban di RSUZA.
Ia juga meminta pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan dan penanganan terbaik kepada seluruh korban agar proses pemulihan dapat berjalan optimal. Selain itu, Illiza menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang terjadi.
Baca juga: Satpol PP & WH Razia Muda Mudi Jogging Pakai Celana Pendek di Banda Aceh
"Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah ini. Kepada pihak keluarga, semoga senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran," ujarnya.
Menurut Illiza, penyebab insiden tersebut perlu diusut secara menyeluruh oleh pihak berwenang. Ia juga menilai penting dilakukan evaluasi terhadap prosedur keselamatan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Baca juga: VIDEO Iran Klaim Hancurkan Pangkalan AS di Yordania Termasuk Beberapa Jet Tempur
"Segala SOP juga perlu diperkuat demi mencegah kejadian serupa pada masa mendatang," katanya.
Sebagaimana diketahui, insiden letupan terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 yang melayani rute Banda Aceh-Sabang saat kapal berada di Pelabuhan Ulee Lheue sekitar pukul 12.00 WIB.
Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan Tim Inafis Polresta Banda Aceh yang telah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi.(*)